BERITA TERKINI
Survei: Gen Z Optimistis Capai Target Keuangan Jangka Panjang, Namun Cemas Hadapi Tekanan Jangka Pendek

Survei: Gen Z Optimistis Capai Target Keuangan Jangka Panjang, Namun Cemas Hadapi Tekanan Jangka Pendek

Survei FWD Consumer Outlook Survey menyoroti kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan kalangan kelas menengah di Asia, dengan membandingkan temuan lintas generasi dan tahap kehidupan.

Associate Director Ipsos Indonesia, Oscar Simamora, mengatakan pola pikir Generasi Z di Indonesia menunjukkan paradoks. Di satu sisi, 45% responden Gen Z optimistis terhadap kemampuan mereka mencapai tujuan jangka panjang. Namun di sisi lain, 28% responden mengaku dibayangi kecemasan jangka pendek, seperti persoalan pekerjaan dan inflasi.

“Sebagai kelompok usia yang lebih muda, Generasi Z juga memiliki keinginan kuat untuk mencapai kemandirian finansial dan tidak bergantung pada keluarga, meskipun mereka tetap menghargai stabilitas pekerjaan,” kata Oscar di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dalam proyeksi kekhawatiran keuangan untuk 5–10 tahun ke depan, mayoritas Gen Z menyebut meningkatnya biaya hidup sehari-hari sebagai kekhawatiran utama (67%). Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan kemungkinan kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba atau penurunan pendapatan (52%), serta tingginya biaya kesehatan (35%).

Di luar isu finansial, Gen Z turut mencatat kekhawatiran terkait kesehatan dan gaya hidup. Mereka menyebut stres akibat pekerjaan atau tekanan sosial (44%), biaya yang tinggi atau sulitnya mengakses dukungan kesehatan mental (37%), hingga pertanyaan tentang makna dalam hidup dan pekerjaan (33%).

Survei juga mencatat adanya hambatan Gen Z dalam mengakses perlindungan asuransi. Sebanyak 38% responden menilai produk asuransi terlalu mahal, sementara 37% menyatakan memiliki prioritas keuangan lain yang lebih mendesak.

Karena itu, Gen Z disebut membutuhkan produk asuransi yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Responden menginginkan asuransi yang fleksibel dan dapat dikontrol (81%), serta model berlangganan berbiaya rendah yang bisa dijeda atau dibatalkan (49%).

Selain fleksibilitas, Gen Z juga menaruh perhatian pada fitur kesejahteraan holistik dalam produk asuransi. Di antaranya akses ke layanan kesehatan mental (25%) serta produk dengan premi yang berinvestasi pada tanggung jawab sosial (15%).