BERITA TERKINI
Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi: Likuiditas, Profil Risiko, dan Penyesuaian Portofolio

Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi: Likuiditas, Profil Risiko, dan Penyesuaian Portofolio

Jakarta — Ketidakpastian ekonomi global dan domestik belakangan ini membuat banyak orang lebih berhati-hati mengelola keuangan. Sebagian memilih menarik dana dari instrumen investasi dan menyimpannya dalam bentuk tunai. Namun, perencana keuangan menilai langkah tersebut perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan risiko baru.

Perencana keuangan Andi Nugroho mengatakan, dalam kondisi yang tidak menentu, likuiditas menjadi faktor utama. “Cash is the king, alias alangkah lebih amannya bila kita memegang uang kita dalam bentuk cash,” ujarnya.

Meski begitu, Andi mengingatkan bahwa menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai bukan solusi jangka panjang. Alasannya, nilai uang berpotensi tergerus inflasi. Karena itu, ia menilai investasi tetap dapat dilakukan, namun dengan pendekatan yang lebih selektif.

Menurut Andi, gejolak pasar juga bisa membuka peluang. “Akan selalu ada kesempatan di setiap kekacauan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Setiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda, sehingga strategi yang dipilih sebaiknya menyesuaikan kemampuan dan kenyamanan masing-masing. “Yang penting banget itu tahu dulu profil risiko kita,” ujar Andi.

Selain itu, Andi menyarankan penyesuaian komposisi portofolio di tengah situasi saat ini. Investor yang cenderung agresif disarankan mulai menambah porsi pada instrumen yang lebih rendah risikonya. Sementara investor konservatif dapat berfokus pada instrumen seperti deposito, logam mulia, atau Surat Utang Negara. “Perlu mengalokasikan juga di instrumen yang lebih rendah risikonya,” jelasnya.

Dengan menjaga likuiditas secukupnya, memahami profil risiko, dan menata ulang portofolio, Andi menilai masyarakat tetap dapat berinvestasi tanpa mengabaikan kehati-hatian di tengah ketidakpastian ekonomi.