BERITA TERKINI
Sritex (SRIL) Diputuskan Delisting karena Pailit, 45.866 Investor Tercatat Memegang Saham

Sritex (SRIL) Diputuskan Delisting karena Pailit, 45.866 Investor Tercatat Memegang Saham

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex menjadi salah satu dari 18 emiten yang diputuskan delisting dari pasar modal Indonesia oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan tersebut diambil karena Sritex dinyatakan pailit.

BEI menetapkan SRIL bersama 17 emiten lainnya akan resmi keluar dari bursa pada 10 November. Keputusan bursa merujuk pada kriteria delisting dalam pengumuman terkait penghentian sementara, Pengumuman Bursa nomor Peng-00003/BEI.PLP/12-2025 tanggal 30 Desember 2025 tentang potensi delisting perusahaan tercatat, serta Peraturan Bursa Nomor I-N mengenai pembatalan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa.

Dalam ketentuan Peraturan Bursa No. I-N, perusahaan tercatat yang diputuskan delisting diwajibkan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham. BEI menegaskan, emiten yang telah diputuskan delisting tetap memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat hingga delisting efektif sesuai tanggal yang ditetapkan bursa.

BEI menyatakan, persetujuan penghapusan pencatatan tidak menghapus kewajiban emiten yang belum dipenuhi kepada bursa. Untuk pelaksanaan buyback, BEI menetapkan 10 Mei 2026 sebagai batas penyampaian keterbukaan informasi buyback dan dimulainya pelaksanaan buyback oleh emiten yang akan delisting. Adapun periode pelaksanaan buyback ditetapkan mulai 11 Mei hingga 9 November 2026.

Dengan ketentuan tersebut, investor yang masih memegang saham emiten yang akan delisting, termasuk SRIL, diminta mencermati keterbukaan informasi dari masing-masing perusahaan.

Sritex memiliki rekam jejak panjang di pasar modal dan pernah dikenal sebagai salah satu pemain besar industri tekstil nasional sebelum menghadapi masalah keuangan. Kondisi itu turut tercermin dari besarnya jumlah investor yang tercatat masih memegang saham SRIL.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2025, kepemilikan masyarakat di SRIL tercatat sebanyak 8.158.734.000 saham atau setara 39,89%. Sementara itu, hingga akhir Maret 2026 jumlah investornya mencapai 45.866 pemegang saham.

Di antara pemegang saham tersebut terdapat investor Lo Kheng Hong. Data kepemilikan di atas 1% yang dibuka PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa per 27 Februari 2026, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 209.339.500 saham SRIL atau sekitar 1,02% dari saham yang beredar di publik. Dengan harga saham SRIL sebesar 146 per saham, nilai kepemilikan tersebut setara Rp30,56 miliar.