BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi Global 2 April 2026: Klaim Pengangguran AS Turun, Lembaga Dunia Siapkan Respons Konflik Timur Tengah, Risiko Harga Beras Naik

Sorotan Ekonomi Global 2 April 2026: Klaim Pengangguran AS Turun, Lembaga Dunia Siapkan Respons Konflik Timur Tengah, Risiko Harga Beras Naik

Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 2 April 2026 menyoroti kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang masih stabil, langkah koordinasi lembaga-lembaga internasional untuk merespons dampak konflik di Timur Tengah, serta kekhawatiran mengenai potensi lonjakan harga beras dunia.

Di Amerika Serikat, data terbaru menunjukkan klaim pengangguran baru kembali menurun. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal turun 9.000 menjadi 202.000 (disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir pada 28 Maret. Angka tersebut lebih rendah dibanding perkiraan 212.000 dalam survei ekonom sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah rendahnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berkelanjutan, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap stabil pada Maret 2026. Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat menjadi sumber risiko penurunan ke depan.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia (World Bank/WB), dan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyatakan akan memperkuat kerja sama untuk menangani konsekuensi ekonomi yang dinilai serius akibat konflik di Timur Tengah. Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada 1 April, para pemimpin ketiga organisasi tersebut menyampaikan komitmen untuk berbagi data, menyelaraskan saran kebijakan, serta memobilisasi sumber daya yang diperlukan guna mendukung negara-negara yang paling terdampak. Mereka menilai dampak konflik menyebar secara global, dengan negara pengimpor energi dan negara berpendapatan rendah menanggung beban paling berat.

Dari sisi komoditas pangan, para ahli memperingatkan kemungkinan kenaikan tajam harga beras global dalam waktu dekat. Kekhawatiran ini dikaitkan dengan konflik terkait Iran yang berpotensi mengganggu pasokan pupuk dan mendorong kenaikan biaya energi, faktor yang dapat memengaruhi produksi di banyak negara Asia. Jean-René Cuzon, Manajer Proyek di Divisi Pertanian, Pembangunan Pedesaan, dan Keanekaragaman Hayati Badan Pembangunan Prancis (AFD), menyebut risiko kenaikan harga beras di pasar global dalam beberapa bulan mendatang sebagai sesuatu yang “sangat mengkhawatirkan.” Salah satu alasan utamanya adalah potensi gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur strategis bagi ekspor minyak, gas alam cair (LNG), dan pupuk dari Timur Tengah.