MEDAN — Geliat perekonomian Kota Medan dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap disebut menunjukkan tren positif. Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut berjalan seiring dengan meningkatnya investasi yang masuk ke kota tersebut.
Pemerhati ekonomi Sumatera Utara, Dr. Supriadi SE., MM., M.Si, mengapresiasi kinerja yang dinilainya memberi dampak baik bagi perekonomian Medan. “Ini jelas membawa angin segar untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Medan. Dengan sinergitas yang sangat baik ini, kita yakini akan terus membawa perubahan positif di Kota Medan,” kata Supriadi, Senin (23/2/2026).
Supriadi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menilai peningkatan besar di sektor investasi mencerminkan kemampuan kepala daerah dalam menarik investor untuk membuka usaha dan mendorong aktivitas ekonomi. Menurut dia, faktor penataan kota dan kemudahan layanan perizinan menjadi poin penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menyoroti peran digitalisasi sistem dan kepastian regulasi sebagai faktor yang mendorong peningkatan investasi secara signifikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik bagi pelaku usaha untuk menanamkan modal di Kota Medan.
Selain investasi, Supriadi menilai perkembangan UMKM di Medan turut dipengaruhi dukungan pemerintah kota melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM. Ia menyebut kegiatan seperti Car Free Day dan Car Free Night dapat menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. “Selain itu sistem digitaliasi juga sangat berperan penting dalam pemasarannya,” ujarnya.
Supriadi berharap capaian pada tahun pertama kepemimpinan Rico–Zaki dapat dipertahankan dan ditingkatkan. “Harapan kita akan terus ada peningkatan, bukan hanya di bidang ekonomi tapi dibidang lainnya,” katanya.
Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menunjukkan realisasi investasi Kota Medan sepanjang 2025 melampaui target pemerintah daerah. Target investasi 2025 ditetapkan sebesar Rp7,635 triliun, sementara hingga Triwulan IV 2025 realisasi investasi tercatat mencapai Rp14,599 triliun, atau hampir dua kali lipat dari sasaran awal. Capaian tersebut disebut menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Medan.

