Geliat ekonomi Kota Medan dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan H. Zakiyuddin Harahap, disebut menunjukkan tren positif. Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai berjalan seiring dengan peningkatan investasi yang masuk ke kota tersebut.
Pemerhati ekonomi di Sumatera Utara, Dr. Supriadi SE., MM., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kinerja yang dinilainya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Medan. Menurut Supriadi, sinergi kepemimpinan di pemerintah kota menjadi faktor yang mendorong perubahan ke arah positif.
Supriadi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menilai peningkatan investasi merupakan salah satu indikator penting. Ia menyebut kemampuan pemerintah daerah dalam menata kota, mempermudah layanan perizinan, mendorong digitalisasi sistem, serta memberikan kepastian regulasi menjadi faktor yang ikut mendorong kenaikan investasi dan menarik pelaku usaha menanamkan modal.
Di sisi lain, Supriadi juga menyoroti pertumbuhan UMKM yang dinilainya terbantu oleh dukungan pemerintah kota melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha. Ia mencontohkan kegiatan seperti Car Free Day dan Car Free Night yang dinilai dapat menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, termasuk dengan dukungan digitalisasi untuk pemasaran.
Supriadi berharap capaian pada tahun pertama kepemimpinan Rico–Zakiyuddin dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada periode berikutnya, tidak hanya pada bidang ekonomi, tetapi juga sektor lain.
Data investasi turut memperlihatkan peningkatan. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), target investasi Kota Medan pada 2025 ditetapkan sebesar Rp7,635 triliun. Hingga Triwulan IV 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp14,599 triliun, atau hampir dua kali lipat dari target yang ditetapkan.

