JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan data menunjukkan perekonomian Indonesia mengarah ke tren positif, dengan daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga di tengah dinamika global.
Menurut Teddy, meski terjadi konflik global dan dampak situasi perang di Timur Tengah, kondisi di dalam negeri disebut masih terkendali. Ia mencontohkan keputusan Presiden Prabowo yang memilih tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, di saat sejumlah negara menghadapi kesulitan pasokan dan menaikkan harga BBM.
Selain itu, Teddy menyebut indikator lain terlihat dari kondisi Lebaran dalam dua tahun terakhir, ketika harga bahan pokok dinilai tetap stabil dan pasokan tersedia. Ia juga menyatakan ketersediaan BBM terjaga dan arus mudik berlangsung lancar.
“Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia dan arus mudik lancar. Itu adalah fakta data yang tersedia di lapangan. Semua terukur di sini. Jadi, masyarakat jangan khawatir,” kata Teddy.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menilai optimisme tersebut didukung fundamental domestik yang kuat, terutama konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Airlangga menyampaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 dapat mencapai 5,5 persen. Ia juga menyebut target pertumbuhan hingga akhir tahun diproyeksikan minimal 5,4 persen sesuai perkiraan dalam APBN.