BERITA TERKINI
Selat Hormuz Dibuka Dua Pekan, Distribusi Energi ke Asia Lancar dan Harga Minyak Mulai Turun

Selat Hormuz Dibuka Dua Pekan, Distribusi Energi ke Asia Lancar dan Harga Minyak Mulai Turun

Pembukaan kembali Selat Hormuz selama dua minggu di tengah ketegangan geopolitik dinilai memberi dampak positif bagi perekonomian global, terutama negara-negara Asia. Jalur strategis ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas, sehingga kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut berpengaruh langsung terhadap pasokan energi.

Peneliti CORE Indonesia, Azhar Syahida, menyebut kebijakan pembukaan sementara Selat Hormuz sebagai “angin segar” setelah penutupan sebelumnya memicu krisis energi dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya, dibukanya kembali jalur itu membuat pengiriman minyak dan gas kembali lebih lancar, terlebih karena sebagian besar pasokan tersebut dikirim ke negara-negara Asia.

Azhar menambahkan, harga minyak yang sebelumnya sempat melampaui 100 dolar AS per barel mulai menunjukkan tren penurunan seiring membaiknya distribusi energi global.

Namun, pengamat Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR) Ayub Mirdad menilai pembukaan Selat Hormuz tidak otomatis menandakan berakhirnya konflik. Ia menilai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berpotensi berlanjut, meski jalur tersebut kembali dibuka untuk sementara.

Menurut Ayub, langkah itu lebih mencerminkan upaya meredam eskalasi dan membuka ruang dialog. Ia menekankan situasi masih rapuh dan dapat berubah mengikuti dinamika politik maupun militer. Meski demikian, peluang terbukanya jalur negosiasi tetap dinilai penting bagi harapan stabilitas global ke depan.