JAKARTA — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo, mendesak pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional guna menjaga stabilitas sektor energi di tengah dinamika ekonomi global yang dinilai semakin tidak menentu.
Menurut Sartono, sektor energi merupakan tulang punggung penggerak roda ekonomi nasional. Karena itu, kebijakan yang berorientasi pada ketahanan energi dinilai tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang perlu segera diwujudkan.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang stabil sangat bergantung pada kemampuan negara mengelola sumber daya energi. Sartono juga mengingatkan bahwa gejolak harga energi di pasar internasional dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan domestik yang kuat.
“Ketahanan energi adalah prasyarat utama agar ekonomi tetap tumbuh dan masyarakat terlindungi dari gejolak harga,” kata Sartono, sebagaimana dikutip dari akun media sosial miliknya, Rabu (8/4/2026).
Dalam pernyataannya, Sartono menekankan tiga aspek yang menurutnya perlu menjadi fokus pemerintah dalam pengelolaan sektor energi. Pertama, keterjangkauan, yakni memastikan harga energi tetap berada dalam jangkauan daya beli seluruh lapisan masyarakat. Kedua, pemerataan, yaitu pasokan energi tidak boleh terpusat di wilayah tertentu dan harus terdistribusi hingga ke seluruh pelosok. Ketiga, stabilitas biaya hidup, dengan menjaga stabilitas harga energi untuk mencegah inflasi yang dapat membebani kebutuhan sehari-hari masyarakat kecil.
Sartono menyebut dorongan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendorong kader di parlemen memperjuangkan kebijakan pro-rakyat. Ia juga menilai posisi Komisi XII yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi menjadi ruang strategis untuk mengawal kebijakan energi nasional agar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Partai Demokrat menyatakan optimistis penguatan ketahanan energi dapat menjadi fondasi bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan krisis global.