BERITA TERKINI
Saham BRPT Menguat, Namun Tekanan Jual Muncul di Area Atas

Saham BRPT Menguat, Namun Tekanan Jual Muncul di Area Atas

Pergerakan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada perdagangan 7 April 2026 menunjukkan dinamika yang tidak sekadar menguat. Meski harga masih berada di zona hijau, muncul indikasi tarik-menarik antara dorongan beli dan tekanan distribusi saat harga mendekati area atas.

Menjelang penutupan, BRPT berada di level 1.370 atau naik 1,86 persen. Namun, saham ini sempat menyentuh level tertinggi 1.460 sebelum turun kembali. Pergerakan tersebut mengisyaratkan bahwa laju kenaikan mulai tertahan ketika mendekati area resistance.

Rata-rata harga transaksi tercatat di 1.388, lebih tinggi dari posisi harga jelang penutupan. Kondisi ini mengindikasikan sebagian transaksi terjadi di atas level penutupan, yang dapat dibaca sebagai adanya pelepasan saham di harga yang lebih tinggi.

Dari struktur orderbook, antrian beli terlihat cukup tebal di area bawah, terutama pada rentang 1.330 hingga 1.350, dengan total bid mencapai 239.391 lot. Sementara itu, pasokan saham di sisi atas mulai menebal bertahap dari 1.375 hingga 1.415, dengan total offer 159.232 lot. Meski jumlah bid lebih besar, frekuensi transaksi di sisi offer tercatat mencapai 1.828 kali, yang menunjukkan aktivitas jual lebih aktif dan tersebar.

Pola tersebut menggambarkan bahwa setiap dorongan naik cenderung direspons oleh suplai yang menunggu di level tertentu. Dengan kata lain, terdapat penyangga di bawah, tetapi tekanan distribusi muncul saat harga bergerak naik.

Dari data broker summary, aktivitas akumulasi terlihat menonjol. UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat pembelian Rp25,2 miliar dengan rata-rata harga 1.304. Pembelian juga dilakukan Supra Sekuritas Indonesia (SS) sebesar Rp11,3 miliar dan Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp5,4 miliar.

Di sisi lain, distribusi juga tampak signifikan. Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) tercatat melepas Rp18 miliar, sementara JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) menjual Rp14,4 miliar.

Perbedaan rata-rata harga turut menjadi perhatian. Broker pembeli berada di kisaran 1.299–1.319, sedangkan broker penjual berada di kisaran 1.303–1.312. Ini menunjukkan distribusi terjadi di area yang tidak jauh dari area akumulasi sebelumnya, sehingga lebih mencerminkan rotasi posisi ketimbang pergerakan satu arah yang bersih.

Dari sisi teknikal, sejumlah indikator mengarah pada tekanan yang masih dominan. RSI berada di level 37,4, masih di bawah garis netral, sementara MACD berada di area negatif. ADX di level 58 menunjukkan tren yang kuat, namun arah tren tersebut masih berada dalam tekanan. Williams %R dan Ultimate Oscillator juga mengeluarkan sinyal jual.

Pada indikator moving average, mayoritas masih menunjukkan tekanan. Harga berada di bawah MA20 di 1.434 dan lebih jauh di bawah MA50 serta MA100, yang mengindikasikan tren menengah hingga panjang belum pulih. Sinyal beli terbatas hanya muncul dari MA10 sederhana di 1.354, namun belum cukup untuk membalikkan struktur tren secara keseluruhan.

Jika mengacu pada pivot point, area 1.302 menjadi titik keseimbangan utama. Dengan harga berada di atas pivot, tetapi belum mampu menembus resistance kuat di area 1.404 hingga 1.462, pergerakan BRPT dinilai masih berada dalam fase uji arah. Setiap kenaikan yang mendekati resistance cenderung cepat direspons oleh tekanan jual.

Secara keseluruhan, BRPT belum menunjukkan fase kenaikan yang mulus. Akumulasi masih terlihat di area bawah, tetapi distribusi juga berlangsung aktif di area atas, menandakan saham berada dalam fase transisi.