Jakarta — Sejumlah peristiwa ekonomi pada Kamis (2/4) masih relevan untuk dicermati, mulai dari penyesuaian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), kepastian pasokan LPG pascakebakaran di Bekasi, hingga perkembangan transparansi pasar modal Indonesia.
Pemerintah memutuskan MBG hanya dibagikan pada hari-hari ketika murid masuk sekolah dan tidak diberikan saat hari libur. Kebijakan ini disampaikan setelah evaluasi lintas kementerian/lembaga dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI di Jakarta.
Di sektor energi, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman setelah kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4) malam. Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, menyatakan pasokan LPG tetap terjaga.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai perlu adanya kejelasan implementasi teknis pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Apindo menyoroti perlunya definisi kendaraan yang masuk kategori pengecualian, mekanisme pengecualian, hingga pengaturan teknis di tingkat SPBU. Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menyebut kejelasan tersebut penting agar pelayanan masyarakat serta distribusi dan logistik tetap berjalan.
Dari sisi investasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi hingga Rp574 triliun. Di Jepang, komitmen investasi disebut mencapai 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun, sedangkan di Seoul, Korea Selatan, tercapai kesepakatan konkret berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha dengan nilai total 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun.
Adapun di pasar keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan optimistis status pasar modal Indonesia tidak akan diturunkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc dari emerging market menjadi frontier market. OJK menilai hal ini didukung oleh tuntasnya empat agenda reformasi transparansi pasar modal Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut posisi pasar modal Indonesia semakin kuat dari sisi transparansi, integritas, keterbukaan informasi, serta penegakan aturan.