PT Sinergi Patriot Bekasi (Perseroda) atau PT SBP mencatat tren kinerja yang menguat di tengah dorongan transformasi badan usaha milik daerah (BUMD) agar semakin profesional dan berdaya saing. Perusahaan daerah yang bergerak di sektor hilir gas ini melaporkan capaian pada efisiensi keuangan, peningkatan layanan pelanggan, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Paparan kinerja tersebut disampaikan Direktur PT SBP, Andrik, dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah Top Business secara daring, Kamis (2/4/2026). Dalam forum itu, manajemen menegaskan komitmen untuk terus bertumbuh sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
PT SBP memposisikan diri sebagai BUMD strategis di sektor energi, khususnya pada hilir gas. Aktivitas usahanya meliputi transportasi gas bumi, distribusi CNG, pengelolaan jaringan gas rumah tangga, serta pengembangan solar industri.
Menurut Andrik, transportasi gas menjadi tulang punggung bisnis yang telah dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan melakukan pembaruan, termasuk peningkatan perizinan dan penguatan sistem operasional agar lebih profesional dan berkelanjutan.
Selain itu, pengelolaan jaringan gas rumah tangga di wilayah Rawalumbu dengan ribuan sambungan disebut sebagai salah satu bentuk pelayanan publik PT SBP kepada masyarakat Kota Bekasi.
Dari sisi keuangan, PT SBP melaporkan perbaikan struktur yang tercermin dari penurunan rasio utang. Perusahaan menyebut rasio utang turun dari sekitar 33 persen menjadi 12,8 persen, yang dinilai menunjukkan penguatan fundamental bisnis serta kemampuan menjalankan usaha dengan ketergantungan pembiayaan eksternal yang lebih rendah.
Manajemen menyebut efisiensi dan optimalisasi pendapatan menjadi strategi utama yang turut mendorong peningkatan indikator kesehatan perusahaan. PT SBP juga memperkuat perencanaan bisnis jangka panjang melalui roadmap lima tahunan yang disusun dan dijalankan secara konsisten.
Di luar aspek profit, perusahaan menekankan pelayanan publik sebagai pilar operasional. Andrik menyampaikan tingkat penyelesaian layanan pelanggan mencapai 95,90 persen, yang dikaitkan dengan komitmen menjaga kualitas layanan, terutama pada jaringan gas rumah tangga. Pendekatan aktif kepada pelanggan juga dilakukan, termasuk dalam pengelolaan pembayaran dan edukasi penggunaan gas.
Dalam tata kelola, PT SBP menyatakan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan independensi. Perusahaan melakukan audit internal dan eksternal secara rutin, serta menyampaikan laporan kinerja kepada pemegang saham dan DPRD sebagai bagian dari transparansi. Andrik juga menekankan aspek independensi dalam proses bisnis, termasuk rekrutmen dan pengelolaan sumber daya manusia.
Pengembangan SDM turut menjadi fokus melalui program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi karyawan, yang disebut berdampak pada kepuasan kerja dan produktivitas.
Di sisi transformasi, PT SBP mendorong digitalisasi operasional, antara lain melalui penerapan sistem absensi online terintegrasi yang dapat dipantau secara real time oleh manajemen. Perusahaan juga mengembangkan website sebagai sarana transparansi informasi kepada publik, yang dinilai membantu efisiensi sekaligus memperkuat tata kelola berbasis teknologi.
Sebagai BUMD, PT SBP menyatakan tidak hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pembangunan berkelanjutan. Perusahaan menjalankan program sosial, mulai dari tanggap darurat bencana, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga dukungan kegiatan keagamaan. PT SBP juga menyebut menjalankan program subsidi jaringan gas untuk masyarakat dan rumah ibadah guna meningkatkan akses energi yang terjangkau.
Perusahaan juga menerima apresiasi dari PT Pertagas Niaga atas keberhasilan dalam pengelolaan piutang pelanggan, yang disebut menjadi indikator kualitas layanan dan hubungan dengan pelanggan.
Dengan capaian tersebut, PT SBP menyatakan optimistis dapat memperkuat perannya sebagai BUMD energi yang profesional dan adaptif. Transformasi bisnis, penguatan keuangan, peningkatan layanan, serta komitmen pada tata kelola dan inovasi disebut menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan ke depan.