Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dinilai cukup kuat menghadapi tekanan krisis energi global yang dipicu konflik di berbagai kawasan dunia. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah mempelajari sejumlah laporan dan data terkait perkembangan ekonomi serta kondisi energi global.
Prabowo mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari para menteri, kondisi Indonesia saat ini masih berada dalam situasi yang relatif aman. “Saya telah mempelajari berbagai data dan laporan dari para menteri. Dari laporan tersebut, kondisi kita cukup aman,” kata Prabowo dalam taklimat kepada para menteri, kepala lembaga, serta pimpinan BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).
Ia menilai, meski dunia menghadapi berbagai konflik yang berdampak pada kenaikan harga energi, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Prabowo menyinggung krisis yang terjadi, termasuk di Timur Tengah, yang turut mendorong kenaikan harga energi.
Menurut Prabowo, 12 bulan ke depan akan menjadi periode penting bagi perekonomian global. Namun, pemerintah disebut telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan Indonesia tetap mampu menghadapi tekanan tersebut. “Hasil kajian menunjukkan ekonomi kita cukup kuat untuk menghadapi satu tahun ke depan yang saya anggap sebagai periode kritis,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa setelah melewati periode tersebut, posisi ekonomi Indonesia akan semakin kuat. “Sesudah 12 bulan ke depan, posisi kita akan jauh lebih kuat,” ucapnya.
Ke depan, Prabowo menyatakan pemerintah akan terus memantau dinamika global dan menyesuaikan kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas nasional, terutama dalam menghadapi gejolak harga energi dunia.