Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez memulai kunjungan resminya ke China pada Senin (13/4) dengan menyerukan agar Beijing menggunakan pengaruh internasionalnya untuk membantu mengakhiri perang di Iran dan Ukraina.
Dalam pidato di Universitas Tsinghua, Beijing, Sánchez mengatakan China dapat berbuat lebih banyak, termasuk dengan menuntut ditegakkannya hukum internasional dan mendorong berakhirnya konflik di sejumlah kawasan.
“China dapat berbuat lebih banyak—misalnya dengan menuntut, sebagaimana yang telah mereka lakukan, agar hukum internasional ditegakkan dan konflik di Lebanon, Iran, Gaza, Tepi Barat, serta Ukraina segera diakhiri,” kata Sánchez.
China, yang tengah mempersiapkan kunjungan Donald Trump bulan depan, sebelumnya mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.” Presiden Xi Jinping, yang dijadwalkan bertemu Sánchez, hingga kini belum menyampaikan pernyataan terkait konflik yang melibatkan Iran, salah satu mitra utama China.
Pada Minggu, Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz setelah perundingan dengan Iran disebut gagal total. Perang yang memasuki minggu ketujuh dilaporkan telah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan ekonomi global yang lebih dalam.