Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,19% ke level 7.026,8 pada Kamis (2/4), seiring meningkatnya ketidakpastian pasar setelah pidato Presiden AS Donald Trump terkait perang di Iran. Pernyataan tersebut memicu volatilitas di pasar regional dan turut mendorong kenaikan harga minyak.
Pidato Trump disampaikan pada Rabu (1/4) malam waktu setempat, tepat menjelang pembukaan perdagangan di Indonesia. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan tujuan operasi militer AS di Iran hampir selesai, namun menambahkan bahwa AS akan menyerang Iran “dengan sangat keras” selama 2–3 pekan ke depan.
Trump juga menyebut pembicaraan AS dengan Iran sedang berlangsung dan menilai pemimpin baru Iran lebih “masuk akal”. Meski demikian, ia menyampaikan ancaman bahwa jika tidak ada kesepakatan, AS akan menyerang setiap pembangkit listrik Iran “dengan sangat keras dan mungkin secara bersamaan”.
Terkait Selat Hormuz, Trump tidak merinci skema pembukaan jalur pelayaran tersebut. Ia hanya mengatakan Selat Hormuz akan terbuka secara natural setelah konflik dengan Iran berakhir.
Pasca pidato tersebut, harga minyak mentah Brent menguat. Pada pagi hari, Brent naik 3,25% ke US$104,5 per barel dan berlanjut meningkat hingga US$108,8 per barel pada sore hari. Di saat yang sama, bursa saham Asia bergerak turun, dengan Nikkei melemah 2,38%, Kospi turun 4,47%, dan Hang Seng turun 0,7%.
Di pasar domestik, sejumlah indikator turut menjadi perhatian. Kurs USD/IDR berada di 17.000 atau naik 0,12%, sementara harga emas tercatat 4.640 atau turun 3,60%.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholder concentration list) setelah perdagangan Kamis (2/4) berakhir. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan regulator juga terus berdiskusi dengan penyusun indeks dan menindaklanjuti rencana reformasi, termasuk menaikkan minimum free float menjadi 15% serta mewajibkan daftar kepemilikan saham minimum 1%.
BEI juga memperluas data klasifikasi investor dari 9 sub-kategori menjadi 39 sub-kategori berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (1/4).
Di sisi emiten, Medco Energi Internasional (MEDC) mencatat laba bersih US$15 juta pada 4Q25, turun 84% secara tahunan dan 69% secara kuartalan. Sepanjang 2025, laba bersih mencapai US$101 juta atau turun 72% secara tahunan dan disebut berada di bawah ekspektasi (65% estimasi 2025F konsensus). Penurunan dipengaruhi antara lain oleh turunnya kontribusi laba entitas asosiasi dan joint venture, kenaikan beban keuangan, kenaikan beban impairment aset menjadi US$129 juta, serta penurunan pendapatan lainnya.
Hartadinata Abadi (HRTA) menandatangani nota kesepahaman dengan anak usaha United Tractors (UNTR), PT Danusa Tambang Nusantara, untuk penjajakan kerja sama jual beli logam mulia, khususnya emas. Secara terpisah, PT Danusa Tambang Nusantara juga menandatangani nota kesepahaman dengan anak usaha HRTA di bidang pemurnian emas, PT Emas Murni Abadi, untuk kegiatan pemurnian.
Di saham Adaro Energy Indonesia (ADRO), pemegang saham TP Rachmat membeli sekitar 77,2 juta saham berdasarkan data KSEI per 31 Maret 2026, sehingga kepemilikannya naik dari 2,77% menjadi 3,03%. Sementara itu, VanEck Junior Gold Miners ETF membeli sekitar 161,5 juta saham Merdeka Gold Resources (EMAS) dan meningkatkan kepemilikan dari tidak ada menjadi 1,1% berdasarkan data KSEI per 31 Maret 2026.
Untuk Surya Semesta Internusa (SSIA), pemegang saham Petrosea (PTRO) menjual 70 juta saham SSIA, membuat kepemilikannya turun dari 1,49% menjadi tidak ada, berdasarkan data KSEI per 31 Maret 2026.
PP Presisi (PPRE) melalui konsorsium bersama PT PP (PTPP) dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi memperoleh kontrak jasa penambangan bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat, dari Aneka Tambang (ANTM) senilai Rp870 miliar. Penggalian pertama dijadwalkan berlangsung pada awal kuartal II 2026.
Dana Brata Luhur (TEBE) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sekitar Rp200,5 miliar atau Rp156 per saham, dengan indikasi dividend yield sekitar 10,8% berdasarkan harga penutupan Rp1.445 per saham pada Kamis (2/4). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 April 2026, dan pembayaran pada 24 April 2026.
Bank Central Asia (BBCA) mengumumkan perubahan anggaran dasar 2026, termasuk pemangkasan masa jabatan direksi dan komisaris dari 5 tahun menjadi 3 tahun. Perubahan itu juga melarang pengendali dan ultimate beneficial owner mengagunkan saham perseroan kepada pihak lain, kecuali kepada lembaga yang berwenang melakukan penyelamatan bank.
Kalbe Farma (KLBF) berencana melakukan buyback saham dengan perkiraan nilai nominal hingga Rp500 miliar pada periode 2 April–2 Juli 2026. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) dalam earnings call pada Kamis (2/4) menyampaikan sejumlah guidance 2026, termasuk target same store sales growth 4–5% secara tahunan dan belanja modal Rp5 triliun untuk AMRT serta Rp1,2–1,5 triliun untuk Midi Utama Indonesia (MIDI).
Di perdagangan Kamis (2/4), sejumlah saham masuk daftar top loser, di antaranya BREN turun 12,73%, BRPT turun 12,33%, BUVA turun 10,91%, dan TPIA turun 8,95%.
Pelaku pasar menilai pernyataan Trump yang menyisakan ketidakpastian kembali menjadi pemicu volatilitas. Dalam waktu dekat, investor juga mencermati perkembangan perang AS–Iran serta rencana penerbitan daftar konsentrasi pemegang saham yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG.