BERITA TERKINI
Pertumbuhan Kredit Modal Kerja Melambat pada Februari 2026, Bank Lebih Selektif Salurkan Pembiayaan

Pertumbuhan Kredit Modal Kerja Melambat pada Februari 2026, Bank Lebih Selektif Salurkan Pembiayaan

Pertumbuhan kredit modal kerja perbankan masih melambat pada Februari 2026. Kondisi ini dinilai mencerminkan ekspansi bisnis pelaku usaha yang belum kembali agresif di tengah berbagai ketidakpastian.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit perbankan pada Februari 2026 tumbuh 9,37% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 9,96% (yoy).

Dari sisi segmen penyaluran, kredit modal kerja tumbuh 3,88% (yoy) pada Februari 2026. Pertumbuhan ini turun dibandingkan Januari 2026 sebesar 4,13% (yoy) dan Desember 2025 sebesar 4,52% (yoy).

Perlambatan penyaluran kredit modal kerja turut dirasakan PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank). Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan pelaku usaha masih menahan ekspansi bisnis, yang dipengaruhi ketidakpastian ekonomi serta tingginya tensi geopolitik global.

“Kredit modal kerja KB Bank mengalami perlambatan pada kuartal pertama. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Iran, serta pertumbuhan ekonomi domestik yang relatif stagnan,” ujar Kunardy.

Dalam laporan keuangan Februari 2026, penyaluran kredit KB Bank tercatat mencapai Rp 43,1 triliun atau tumbuh 3,23% (yoy). Kunardy menegaskan bank saat ini memprioritaskan pertumbuhan kredit yang sehat, dengan penyaluran yang dilakukan secara hati-hati dan lebih selektif. Ia juga optimistis pertumbuhan kredit dapat dipacu pada kuartal II-2026, seiring upaya menjaga struktur portofolio yang tetap sehat.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai pertumbuhan kredit modal kerja sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Pada Februari 2026, penyaluran kredit BCA tumbuh 5,84% (yoy) menjadi Rp 953,22 triliun, melambat dibanding Januari 2026 yang meningkat 6,26% (yoy).

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Heryn menyatakan tren penyaluran kredit pada umumnya sejalan dengan kondisi perekonomian. Ia menambahkan BCA akan terus mendorong pertumbuhan kredit, termasuk kredit modal kerja, dengan pendekatan hati-hati serta didukung likuiditas yang memadai.

Dari sisi analisis, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai daya beli masyarakat pada awal tahun ini masih belum pulih. Menurutnya, momentum Ramadan yang dimulai pada pertengahan Februari 2026 belum mampu mendorong pemulihan daya beli.

Trioksa mengatakan lemahnya daya beli membuat pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam ekspansi, seiring permintaan barang dan jasa yang ikut menurun. Ia memperkirakan pertumbuhan kredit modal kerja dapat kembali bergairah apabila daya beli membaik dan gejolak politik serta ekonomi global mereda.

Untuk menghadapi situasi ini sekaligus mendorong pertumbuhan kredit modal kerja, Trioksa menyarankan perbankan menjaga likuiditas dan meningkatkan efisiensi biaya dana agar dapat menekan suku bunga kredit.