BERITA TERKINI
Pengusaha Minta Kebijakan WFH Diperkuat Paket Dukungan Menyeluruh

Pengusaha Minta Kebijakan WFH Diperkuat Paket Dukungan Menyeluruh

JAKARTA — Kalangan dunia usaha menilai kebijakan work from home (WFH) belum cukup menjadi solusi tunggal untuk merespons tekanan ekonomi global. Pengusaha mendorong pemerintah melengkapi kebijakan tersebut dengan paket langkah yang lebih komprehensif agar manfaat efisiensi dapat dirasakan lebih luas.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI sekaligus Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas biaya produksi dan kelancaran aktivitas bisnis, terutama di sektor energi dan layanan publik. Ia menilai stabilitas harga energi dan pasokan BBM perlu dijaga agar dunia usaha tidak menghadapi lonjakan biaya produksi.

Selain itu, Anggawira mendorong percepatan digitalisasi layanan pemerintah agar aktivitas bisnis—mulai dari perizinan, pembayaran, hingga ekspor-impor—tetap berjalan efisien meski pola kerja aparatur sipil negara lebih fleksibel.

Ia juga menilai pemerintah perlu memberikan insentif bagi sektor swasta yang menerapkan efisiensi energi. Bentuk insentif yang diusulkan antara lain keringanan pajak bagi perusahaan yang memanfaatkan energi terbarukan seperti PLTS atap, kendaraan listrik, hingga sistem transportasi karyawan yang lebih hemat energi.

Anggawira menambahkan, penguatan transportasi publik serta penerapan pola kerja hybrid dinilai penting agar penghematan bahan bakar tidak bersifat sementara. Di sisi lain, akses pembiayaan bagi UMKM dan sektor padat karya disebut perlu tetap dijaga agar dunia usaha mampu bertahan di tengah perlambatan global.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengimbau perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD untuk menerapkan WFH selama satu hari kerja dalam sepekan mulai 1 April 2026. Dalam kebijakan tersebut, Yassierli menegaskan pelaksanaan WFH tidak boleh mengurangi hak pekerja, termasuk gaji dan cuti tahunan.

Ia juga mengingatkan pekerja agar tetap menjalankan tugas secara profesional selama WFH, sementara perusahaan diminta memastikan produktivitas dan kualitas layanan tetap terjaga.

Dengan kebijakan yang lebih terintegrasi, dunia usaha berharap penerapan WFH tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.