Nguyen Thanh Thao, mantan mahasiswa Universitas Perdagangan Luar Negeri, memilih mengikuti kompetisi Fintech yang diselenggarakan F88 bekerja sama dengan Akademi Perbankan sebagai cara menguji kemampuan sekaligus merasakan ritme operasional bisnis. Keputusan itu diambil setelah ia menorehkan prestasi di final Social Business Creation yang diselenggarakan HEC Montréal, Kanada.
Thao mengaku sejak masa kuliah ia memiliki ketertarikan kuat pada teori. Meski pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Finlandia dan aktif dalam komunitas mahasiswa Vietnam di Eropa, ia tetap merasa perlu menantang diri untuk menerapkan pengetahuan dalam situasi bisnis nyata.
Titik baliknya terjadi saat mengikuti kompetisi Fintech F88. Menurut Thao, kompetisi tersebut tidak menyediakan rumus atau solusi siap pakai. Peserta diminta menganalisis data secara langsung, menyusun strategi, serta mengambil keputusan di tengah berbagai keterbatasan. Setiap pilihan harus dipertimbangkan dari sisi efektivitas, kelayakan, dan nilai praktis.
“Sebelumnya, saya berpikir bahwa berprestasi di sekolah saja sudah cukup. Tetapi ketika saya mulai bekerja, saya menyadari bahwa memahami masalah dalam konteks spesifiknya jauh lebih penting,” kata Thao.
Dari pengalaman awal itu, pendekatannya perlahan bergeser menjadi lebih praktis. Ia menilai pengalaman di F88 berperan sebagai penghubung yang membantunya menjembatani kesenjangan antara latar belakang akademik dan tuntutan praktik bisnis.
Thao memandang kompetisi tersebut bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, melainkan lingkungan untuk melihat langsung cara bisnis beroperasi. Dengan pendampingan penasihat senior di industri Fintech, ia memperoleh perspektif strategis dan masukan terkait arah karier.
Setelah bergabung dengan F88, Thao terlibat dalam proyek strategis perusahaan, termasuk pengembangan strategi pembangunan berkelanjutan. Ia juga menjalani rotasi di sejumlah unit, seperti Pusat Komunikasi Merek dan Pusat Manajemen Risiko. Dari rangkaian pengalaman itu, ia mengaku memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai dinamika keuangan inklusif di Vietnam, mulai dari kolaborasi antarbagian, proses pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan proyek.
Ia menyebut kemampuan profesionalnya berkembang, mencakup analisis data, pengembangan strategi, dan pengambilan keputusan di situasi nyata. Selain itu, Thao juga memperkuat keterampilan manajemen proyek dan kolaborasi lintas departemen yang menurutnya membuka peluang untuk peran strategis dan jalur karier jangka panjang di sektor keuangan.
Thao menilai pencapaian terpentingnya bukan semata penghargaan, melainkan kesempatan mengikuti program Potential Manager F88 yang memiliki peta jalan untuk menjadi ahli dalam dua tahun. Ia menilai jalur tersebut membantunya memverifikasi kemampuan, membentuk arah karier, dan memasuki lingkungan profesional dengan lebih percaya diri.
“Pengalaman ini membantu saya menjembatani semua kesenjangan: dari belajar ke bekerja, dari ketidakpastian ke arah yang jelas. Ini adalah batu loncatan yang membantu saya berkembang jauh lebih cepat daripada teman-teman sebaya saya,” ujar Thao.
Ia juga menekankan pentingnya pengalaman awal sebagai investasi karier, termasuk kesempatan menghadapi tantangan nyata, melatih adaptasi, serta membangun jejaring dengan tokoh senior dan talenta muda.
Setelah kompetisi sebelumnya, F88 mengumumkan penyelenggaraan FINNOVA 2026 yang ditujukan untuk membuka peluang bagi pelajar mengembangkan proyek dunia nyata. Kompetisi ini menawarkan hadiah hingga 50 juta VND dan disebut menjadi jalur menuju program manajer potensial F88, F88 NextGEN. Pendaftaran FINNOVA 2026 dibuka hingga 30 April 2026 melalui tautan https://nhansu.f88.vn/finnova2026.