BERITA TERKINI
Pembiayaan Emas Bank Syariah Tumbuh Kencang di Awal 2026, Didorong Kenaikan Harga dan Akses Digital

Pembiayaan Emas Bank Syariah Tumbuh Kencang di Awal 2026, Didorong Kenaikan Harga dan Akses Digital

Pembiayaan emas di bank syariah mencatat pertumbuhan pesat pada awal 2026, seiring menguatnya minat masyarakat terhadap emas yang dinilai sebagai instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data di situs resmi Logam Mulia, harga emas pada Kamis (2/4/2026) tercatat Rp 2.922.000 per gram, naik Rp 20.000 dibandingkan harga sebelumnya. Kenaikan tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), meski pergerakan harga sempat berfluktuasi.

Salah satu bank yang mencatat pertumbuhan adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan pasokan emas yang dikelola BSI hingga Februari 2026 mencapai 22,5 ton. Dari sisi pembiayaan, cicil emas BSI pada Februari 2026 tumbuh 17,68% secara tahunan (year on year/yoy), sementara gadai emas meningkat 19,96% (yoy).

Wisnu memproyeksikan tren pembiayaan emas ke depan tetap positif. Menurutnya, kenaikan kinerja didorong oleh persepsi bahwa emas memberikan imbal hasil tinggi dan bersifat likuid untuk kebutuhan mendesak. “Angka ini meningkat karena emas menjadi salah satu instrumen investasi yang diyakini memberikan imbal hasil yang tinggi serta sifatnya yang liquid untuk kebutuhan mendesak,” ujar Wisnu, Rabu (1/4/2026).

BSI juga mencatat pertumbuhan jumlah nasabah emas yang signifikan. Wisnu menyebut jumlah nasabah meningkat lebih dari 400% secara tahunan pada Februari 2026.

Selain meningkatkan volume pengelolaan emas, BSI sebagai bullion bank juga berupaya memperluas kepemilikan emas secara lebih inklusif. Melalui platform digital, BSI mempermudah masyarakat membeli emas, termasuk dengan nominal yang lebih terjangkau.

Pertumbuhan pembiayaan emas juga terjadi di BCA Syariah. Direktur BCA Syariah Pranata menilai dinamika harga emas masih berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pembiayaan emas perseroan tetap menunjukkan kinerja yang kuat.

“Walaupun ada tren penurunan emas di market bila dibandingkan awal tahun, pencapaian murabahah emas BCA Syariah masih menggembirakan,” kata Pranata, Kamis (2/4/2026).

Pranata menyampaikan BCA Syariah menyalurkan pembiayaan emas sebesar Rp 791 miliar pada Maret 2026. Nilai tersebut tumbuh 253% secara tahunan. Salah satu pendorongnya adalah kemudahan akses melalui aplikasi digital BCA Syariah, Bsya.

Ke depan, Pranata optimistis tren pembiayaan emas berlanjut seiring peningkatan layanan digital dan minat masyarakat terhadap investasi emas. Dengan tren harga yang menguat serta akses pembiayaan yang semakin mudah, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.