BERITA TERKINI
Pelaku Usaha Vietnam Dorong Peran Sektor Swasta untuk Target Pertumbuhan Dua Digit

Pelaku Usaha Vietnam Dorong Peran Sektor Swasta untuk Target Pertumbuhan Dua Digit

Komunitas bisnis di Vietnam menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dua digit. Dalam konferensi bertajuk “Kontribusi Bisnis terhadap Pertumbuhan Dua Digit dan Apresiasi Perdana Menteri untuk Dunia Usaha”, Ketua Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI) Ho Sy Hung menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan tinggi membutuhkan kolaborasi antara negara dan dunia usaha, dengan sektor bisnis memegang peran sentral dalam perekonomian.

Namun, Ho Sy Hung menekankan bahwa agar dunia usaha dapat menjalankan peran tersebut, diperlukan lingkungan bisnis yang menguntungkan, transparan, dan adil. Ia juga mendorong perubahan pendekatan pemerintah dari pola pikir “mengelola bisnis” menjadi “melayani dan menciptakan peluang bagi bisnis”.

Pandangan senada disampaikan Dr. Nguyen Hien Phuong, Direktur Jenderal Vietnamobile Mobile Telecommunications Joint Stock Company sekaligus anggota Dewan Eksekutif Asosiasi Pengusaha Wanita Hanoi. Menurutnya, pertumbuhan dua digit dapat dicapai bila sumber daya bisnis—terutama sektor swasta—dimanfaatkan secara penuh. Ia menekankan bahwa sumber daya tidak hanya berarti modal, tetapi juga institusi, data, teknologi, dan kepercayaan pasar.

Dr. Nguyen Hien Phuong menyatakan, ketika lingkungan bisnis cukup transparan dan stabil, perusahaan akan lebih proaktif berinvestasi, berinovasi, dan berkembang. Ia juga menilai pertumbuhan ke depan perlu bertumpu pada transformasi model, dari ekspansi yang luas menuju penguatan yang lebih mendalam, dengan teknologi dan nilai tambah sebagai fondasi.

Dalam konteks transformasi digital, ia menyebut kontribusi dunia usaha terhadap target pertumbuhan dapat ditempuh melalui empat arah utama: investasi pada infrastruktur dan platform digital, terutama di bidang telekomunikasi dan layanan digital; inovasi teknologi melalui penerapan AI, big data, dan otomatisasi; perluasan pasar secara lebih mendalam dengan fokus pada layanan bernilai tinggi; serta pengembangan sumber daya manusia digital dengan menghubungkan pelatihan dan kebutuhan praktis.

Ia menambahkan, bila negara dan dunia usaha diposisikan sebagai “mitra pembangunan”, maka perusahaan perlu berbenah agar layak menjadi mitra strategis. Langkah yang disebutnya krusial mencakup penguatan tata kelola dan transparansi sebagai prasyarat membangun kepercayaan, serta peningkatan produktivitas berbasis teknologi dan sumber daya manusia melalui restrukturisasi dan transformasi digital.

Selain itu, Dr. Nguyen Hien Phuong menyoroti pentingnya strategi kolaboratif dalam model ekosistem terbuka. Bentuk kolaborasi yang ia sebut antara lain kemitraan publik-swasta (PPP) dengan negara untuk pengembangan infrastruktur dan layanan digital; kerja sama dengan mitra teknologi, perusahaan rintisan, dan bisnis internasional agar lebih terlibat dalam rantai nilai global; serta kolaborasi dengan organisasi dan komunitas untuk mendorong transformasi digital dan menjembatani kesenjangan digital.

Dari sektor industri otomotif, Direktur Utama Tasco Auto Hoang Tuan Anh memaparkan komitmen perusahaannya untuk mendukung aspirasi pertumbuhan bersama melalui strategi berbasis nilai inti 3T: berpusat pada pelanggan, efisien, dan cepat. Ia menyebut pendekatan ini ditopang pola pikir pertumbuhan non-linear, dengan fokus membangun ekosistem layanan otomotif seumur hidup, tidak hanya menjual kendaraan.

Tasco Auto menyatakan komitmen untuk berinvestasi pada jaringan infrastruktur layanan nasional dengan dukungan 15 merek mobil dari segmen mainstream hingga mewah. Perusahaan juga menyebut memiliki jaringan lebih dari 150 showroom dan lebih dari 70 bengkel servis di seluruh negeri, serta menawarkan “Solusi Mobilitas Satu Atap” yang mencakup distribusi, layanan purna jual, solusi keuangan dan asuransi.

Dalam ekosistem layanan tersebut, VETC disebut menyediakan layanan pengumpulan tol tanpa henti, bantuan di jalan raya, penyewaan kendaraan, dan penjualan kendaraan bekas. Seluruh langkah ini, menurut Hoang Tuan Anh, diarahkan untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan dan meningkatkan nilai berkelanjutan produk bagi konsumen Vietnam.

Ia juga menekankan aspek efisiensi dan kecepatan melalui dorongan transformasi digital komprehensif di seluruh mata rantai operasional. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga menjadi fondasi agar bisnis mampu beradaptasi terhadap fluktuasi pasar dan perubahan perilaku konsumen.