BERITA TERKINI
Pelaku Usaha Didorong Adaptif dan Inovatif Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital

Pelaku Usaha Didorong Adaptif dan Inovatif Menghadapi Tantangan Ekonomi Digital

SINGARAJA – Peluang besar di era ekonomi digital membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha. Namun, di balik potensi tersebut, pelaku bisnis juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia hingga perubahan biaya produksi akibat fluktuasi harga bahan baku.

Pelaku usaha Ketut Radinna Wikantari menyebut persoalan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mengelola berbagai unit usaha. Ia menyoroti tingginya tingkat pergantian karyawan yang dapat mengganggu kelancaran operasional.

“Turnover karyawan cukup sering terjadi. Kadang mereka resign mendadak karena mendapat pekerjaan lain, sehingga proses operasional ikut terganggu,” ujarnya.

Selain faktor internal, Radinna juga menghadapi tekanan dari faktor eksternal, seperti kenaikan harga bahan baku dan kemasan. Kondisi ini turut memengaruhi biaya produksi, terutama pada sektor manufaktur kopi yang ia kelola.

Untuk merespons tantangan tersebut, Radinna menerapkan sistem manajemen yang lebih terstruktur dengan membagi tanggung jawab kepada masing-masing tim. Menurutnya, pembagian peran dan penentuan prioritas menjadi penting agar persoalan di tiap lini usaha dapat ditangani secara efektif.

“Saya tidak mengerjakan semuanya sendiri. Setiap unit usaha punya penanggung jawab, dan saya fokus pada pengambilan keputusan serta evaluasi,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai inovasi menjadi kunci untuk menjaga daya saing. Salah satu strategi yang dilakukan adalah diversifikasi produk tanpa mengubah citra merek utama. Pada bisnis kopi yang dijalankannya, Radinna menghadirkan produk turunan untuk menyasar segmen pasar berbeda, sehingga dapat menjangkau konsumen dengan daya beli yang beragam.

Pengalaman menghadapi kegagalan saat pandemi COVID-19 juga menjadi pelajaran yang ia anggap penting. Radinna menilai situasi tersebut bukan semata kegagalan individu, melainkan dampak faktor eksternal yang perlu dihadapi dengan sikap tangguh.

“Yang penting jangan berhenti. Evaluasi, bangkit, dan mulai lagi. Dunia usaha memang penuh risiko, tapi di situ juga ada peluang,” ucapnya.

Dengan kemampuan beradaptasi, melakukan inovasi, serta memanfaatkan teknologi digital secara tepat, pelaku usaha dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.