BERITA TERKINI
Payakumbuh Jadi Narasumber Nasional Percepatan Digitalisasi Keuangan Daerah

Payakumbuh Jadi Narasumber Nasional Percepatan Digitalisasi Keuangan Daerah

Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam percepatan digitalisasi keuangan pemerintah daerah. Hal itu ditandai dengan penunjukan dari Bank Indonesia kepada Pemko Payakumbuh sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Championship TP2DD 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat di Yogyakarta pada 9–10 April 2026.

Sekretaris Daerah Payakumbuh, Rida Ananda, menyampaikan bahwa digitalisasi keuangan daerah difokuskan pada tiga sektor utama, yakni belanja daerah, pajak daerah, dan retribusi daerah. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi anggaran, memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mempermudah layanan publik berbasis transaksi non-tunai.

Rida menjelaskan, periode 2020–2025 difokuskan pada pembangunan infrastruktur sistem pembayaran. Sementara itu, tahap 2026–2030 akan menitikberatkan pada peningkatan literasi dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital.

Konsistensi pelaksanaan strategi tersebut mengantarkan Payakumbuh meraih peringkat pertama TP2DD wilayah Sumatera pada Championship TP2DD 2025. Salah satu inovasi yang disebut menjadi unggulan adalah penerapan QRIS Dinamis sejak 2022, yang memungkinkan nominal tagihan pajak muncul secara otomatis sehingga proses pembayaran dinilai lebih cepat dan akurat. Inovasi ini kemudian diperkuat melalui penerapan Virtual Account Dinamis pada 2025 untuk meningkatkan fleksibilitas transaksi.

Digitalisasi juga diperluas melalui SIMQRISDA, yakni sistem retribusi berbasis QRIS yang terintegrasi pada berbagai layanan publik, mulai dari pasar, persetujuan bangunan gedung, hingga fasilitas olahraga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Mohammad Abdul Majid Ikram, menilai langkah yang dilakukan Payakumbuh efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap transaksi digital. Ia juga menyebut penguatan ekosistem pembayaran digital berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang bagi pelaku UMKM.