Pasar keuangan global bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Donald Trump bagi Iran. Sinyal tentatif terkait kemungkinan gencatan senjata masih dibayangi risiko eskalasi konflik, sehingga pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik.
Harga minyak mentah Brent sempat memangkas kenaikan awal dan diperdagangkan sedikit di bawah US$110 per barel. Pergerakan ini terjadi seiring volatilitas menjelang batas waktu pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat (Eastern Time). Sementara itu, kontrak berjangka indeks saham AS mampu menghapus kerugian awal dan kembali diperdagangkan relatif stabil.
Di Asia, bursa saham dibuka menguat. Indeks MSCI Asia Pasifik tercatat naik 0,7% dengan dorongan utama dari penguatan di Korea Selatan. Sektor teknologi, yang dinilai tidak terdampak langsung oleh perang di Timur Tengah, memimpin kenaikan. Salah satu emiten, Samsung Electronics Co, naik 1,5% setelah melaporkan lonjakan laba hingga delapan kali lipat.
Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran “berjalan baik,” namun menegaskan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz harus menjadi bagian dari kesepakatan apa pun. Ia juga memperingatkan, jika Iran menolak syarat AS, militer dapat menghancurkan “setiap jembatan di Iran pada pukul 12 besok malam” dan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik di negara tersebut.
Di tengah situasi ini, pasar dinilai belum dapat mengabaikan risiko geopolitik. “Jelas masih terlalu dini bagi pengamat pasar untuk berhenti memikirkan risiko geopolitik,” kata Jeff Buchbinder dari LPL Financial. Menurutnya, langkah terbaik bagi investor untuk saat ini adalah tetap bersabar.