BERITA TERKINI
Outlook Indonesia Bahas Tantangan dan Harapan Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

Outlook Indonesia Bahas Tantangan dan Harapan Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

Ekonomi global menghadapi pasang-surut dan rintangan berat pada 2025. Sejumlah tantangan, mulai dari stagnasi pertumbuhan, meningkatnya kerentanan pasar tenaga kerja, hingga ancaman tekanan fiskal, turut dirasakan berbagai negara termasuk Indonesia.

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi nasional tertahan di kisaran 5%. Angka ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan pertumbuhan 8% pada 2029.

Guncangan ekonomi disebut makin terasa ketika banjir bandang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025. Selain itu, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah pada pertengahan 2025 hingga awal 2026 memicu guncangan besar pada pasar energi global, yang berdampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah.

Di tengah situasi tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menilai 2026 sebagai tahun yang membawa harapan baru bagi perekonomian Indonesia. Ia melihat adanya visi dari berbagai sektor—pemerintahan, BUMN, dan swasta—untuk mempertajam perkembangan ekonomi nasional.

Untuk membahas strategi menghadapi berbagai tantangan tersebut, detikcom bersama Komisi XI DPR RI menggelar forum “Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional”. Kegiatan ini ditujukan untuk mengupas tantangan dan harapan perekonomian nasional serta menghadirkan para pemegang kebijakan dalam diskusi menghadapi tahun yang baru.

Forum ini dijadwalkan dihadiri Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu sebagai pembicara. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa akan tampil sebagai keynote speaker.

Acara digelar hari ini pukul 15.00 WIB dan disiarkan langsung melalui kanal detikcom.

Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI bersama detikcom, dengan dukungan Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.