BERITA TERKINI
OJK Siapkan Mitigasi Risiko Terkait Potensi Perubahan Bobot Indeks MSCI Indonesia

OJK Siapkan Mitigasi Risiko Terkait Potensi Perubahan Bobot Indeks MSCI Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah menyiapkan mitigasi risiko menyusul keputusan bobot indeks Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah mitigasi tersebut disiapkan secara terukur dan terkoordinasi.

Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2026 di Jakarta, Senin. Hasan menjelaskan, sebagai catatan awal OJK telah menuntaskan implementasi empat proposal utama yang diajukan kepada MSCI.

OJK menilai langkah yang ditempuh dapat membantu memulihkan integritas pasar modal domestik. Namun demikian, OJK tetap membuka kemungkinan adanya risiko penurunan bobot indeks yang dapat memunculkan konsekuensi jangka pendek.

OJK memproyeksikan sejumlah dampak yang mungkin terjadi, mulai dari tekanan jual akibat penyesuaian portofolio investor, potensi arus keluar dana pada periode rebalancing, hingga peningkatan volatilitas pasar. Meski begitu, OJK memandang dinamika tersebut sebagai respons yang bersifat transisional dan sementara.

Menurut Hasan, kondisi tersebut dinilai wajar dalam proses menuju pasar yang lebih berkualitas dalam jangka menengah dan panjang.

Dalam rangka mitigasi, OJK mendorong implementasi kebijakan free float minimum 15 persen. Kebijakan ini dijalankan seiring penguatan basis investor, baik investor ritel domestik, investor institusi domestik, maupun investor asing.

Selain itu, OJK menyatakan akan terus melakukan komunikasi secara intensif dan konstruktif dengan penyedia indeks global, termasuk menyampaikan perkembangan implementasi reformasi hingga evaluasi berikutnya.

Dari sisi stabilitas pasar, OJK menegaskan mekanisme yang telah tersedia akan terus dioptimalkan, disertai pemantauan pasar secara rutin dan ketat.

Hasan menambahkan, arah kebijakan tersebut akan dijalankan secara konsisten untuk memperkuat kualitas dan integritas pasar modal Indonesia secara fundamental agar lebih transparan, likuid, kredibel, serta mampu tumbuh sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.