BERITA TERKINI
OJK Perkuat Suplai, Permintaan, dan Infrastruktur untuk Perdalam Pasar Modal

OJK Perkuat Suplai, Permintaan, dan Infrastruktur untuk Perdalam Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku serta pemangku kepentingan pasar modal, termasuk self-regulatory organization (SRO), untuk memperdalam pasar keuangan dan mendorong pertumbuhan industri pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan penguatan dilakukan secara terintegrasi melalui pengembangan dari sisi suplai, sisi permintaan (demand), serta peningkatan kualitas infrastruktur penunjang.

Dari sisi suplai, OJK mendorong peningkatan angka minimum free float, menghadirkan transparansi kepemilikan saham di atas satu persen, serta mempercepat proses perizinan dan persetujuan bagi emiten yang mengajukan pencatatan melalui platform yang tersedia. Hasan menyampaikan, langkah tersebut diharapkan membuat proses menjadi lebih efisien dan kredibel.

OJK juga menyiapkan pengembangan produk dan layanan baru, termasuk di luar instrumen berbasis saham. Di antaranya penguatan produk berbasis surat utang, structured products, keuangan derivatif, serta peningkatan aktivitas di segmen perdagangan karbon.

Secara teknis, Hasan menjelaskan peningkatan free float akan memperbesar porsi saham yang benar-benar beredar. Dampaknya diharapkan dapat memperdalam order book serta meningkatkan pendalaman pasar, likuiditas, dan transaksi harian di pasar saham Indonesia.

Dari sisi demand dan penguatan infrastruktur, OJK akan berfokus pada perluasan basis investor, terutama investor institusi domestik seperti dana pensiun, asuransi, dan treasury korporasi. Di saat yang sama, OJK mendorong pengembangan produk yang lebih variatif, termasuk pada segmen ETF dan keuangan derivatif, untuk menciptakan likuiditas yang lebih berlapis.

Di bidang infrastruktur, OJK menyatakan akan terus menghadirkan sarana yang meningkatkan aksesibilitas dan modernitas agar penggunaan infrastruktur pasar modal semakin mudah dan nyaman.