BERITA TERKINI
OJK: Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Capai Rp 21,94 Triliun per Februari 2026, Tumbuh 39,35%

OJK: Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Capai Rp 21,94 Triliun per Februari 2026, Tumbuh 39,35%

Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance menunjukkan kinerja positif pada awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai pembiayaan kendaraan listrik multifinance mencapai Rp 21,94 triliun per Februari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan bahwa angka tersebut tumbuh 39,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026).

Agusman menjelaskan, pembiayaan kendaraan listrik multifinance masih didominasi kendaraan roda empat listrik atau hybrid. Porsinya mencapai 83,52% dari total pembiayaan, dengan nominal Rp 18,32 triliun per Februari 2026.

Ia juga menyinggung potensi dampak terbatasnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah terhadap pembiayaan kendaraan listrik. Menurutnya, dinamika geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan BBM perlu dicermati sebagai peluang untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Agusman menilai kondisi itu dapat dioptimalkan oleh perusahaan multifinance untuk menyalurkan pembiayaan hijau, terutama pembiayaan kendaraan listrik, sehingga industri multifinance dapat memperluas portofolio pembiayaan hijau.

Sementara itu, OJK juga mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 512,14 triliun per Februari 2026. Nilai tersebut tumbuh 1,01% secara tahunan (year on year/YoY).

Adapun tingkat pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Februari 2026 tercatat sebesar 2,78%. Angka ini memburuk dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di level 2,72%.