BERITA TERKINI
OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga hingga Maret 2026 di Tengah Konflik Global

OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga hingga Maret 2026 di Tengah Konflik Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan hingga Maret 2026 tetap terjaga meski ketidakpastian global meningkat akibat konflik geopolitik. Penilaian itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Jakarta.

Friderica menyebut perekonomian global sempat diperkirakan berada dalam jalur penguatan sebelum pecah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, seiring eskalasi tensi geopolitik di kawasan Teluk, risiko terhadap stabilitas global meningkat, tercermin dari tekanan pada harga energi dan volatilitas pasar keuangan global.

Menurutnya, tingginya ketidakpastian global dan tekanan harga energi turut mempersempit ruang kebijakan moneter bank sentral global, sekaligus kembali memunculkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama (high for longer).

Di Amerika Serikat, perekonomian dinilai menunjukkan kecenderungan tertekan di tengah inflasi yang persisten dan peningkatan tingkat pengangguran. The Fed disebut mempertahankan suku bunga kebijakan dengan sinyal hanya satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026. Namun, setelah eskalasi konflik Iran, ekspektasi pasar bergeser ke skenario tidak adanya pemangkasan suku bunga pada 2026.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok mencatat kinerja di atas ekspektasi, didorong perbaikan dari sisi permintaan dan penawaran, serta dukungan stimulus pada sektor keuangan. Meski demikian, Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan sebagai respons atas tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal yang berlanjut.

Dari sisi domestik, OJK mencatat inflasi inti pada Maret 2026 mengalami penurunan. Aktivitas konsumsi disebut tetap kuat pada awal tahun, tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89% secara tahunan (yoy), serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid.

Dari sisi penawaran, PMI manufaktur masih berada pada fase ekspansif. Ketahanan eksternal juga dinilai terjaga, dengan cadangan devisa pada Februari 2026 berada pada level memadai dan neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus.

OJK memperkirakan eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan risiko transmisi ke sektor keuangan melalui tiga kanal utama, yakni pasar keuangan, kenaikan harga energi, serta jalur langsung melalui perdagangan dan eksposur investasi. Karena itu, OJK mendorong lembaga jasa keuangan melakukan asesmen lanjutan dengan mempertimbangkan dinamika global.

Friderica mengatakan OJK mendorong asesmen yang bersifat forward looking sekaligus penguatan langkah antisipatif, termasuk memperkuat manajemen risiko, mencermati perkembangan secara intensif, serta menjaga kecukupan likuiditas dan permodalan.

Selain itu, OJK menyatakan terus memantau pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan self-regulatory organization untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang dibutuhkan.