Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 24,74 juta hingga akhir Maret 2026. Angka ini bertambah 1,78 juta investor baru atau tumbuh 21,51% secara year-to-date.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya partisipasi domestik di pasar keuangan. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Dari sisi pembiayaan, OJK menilai pasar modal tetap berperan sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi dunia usaha. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, nilai penghimpunan dana (fundraising) korporasi tercatat mencapai Rp51,96 triliun secara year-to-date.
OJK juga mencatat terdapat 53 rencana penawaran umum dalam pipeline yang tengah dipersiapkan perusahaan. Kondisi ini disebut mencerminkan prospek aktivitas penghimpunan dana yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.
Di sisi lain, penggalangan dana melalui skema securities crowdfunding (SCF) menunjukkan perkembangan. Hingga Maret 2026, nilai dana yang dihimpun melalui SCF mencapai Rp18,07 miliar.
Aktivitas pasar derivatif keuangan turut meningkat. Pada Maret 2026, volume transaksi tercatat 34.480 lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 308.260 kali, yang menunjukkan meningkatnya pemanfaatan instrumen lindung nilai oleh pelaku pasar.
Perkembangan bursa karbon juga dilaporkan mengalami kemajuan. Jumlah pengguna jasa yang terdaftar tercatat sebanyak 153 entitas. Sepanjang Maret 2026, terjadi penambahan volume transaksi karbon sebesar 43.117 ton carbon dioxide equivalent (TCO2e), dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp93,71 miliar.