Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan ekonomi daerah melalui sejumlah program strategis sepanjang Triwulan I 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, dalam kegiatan media update Triwulan I Tahun 2026 di Bandung.
Darwisman menjelaskan, edukasi keuangan terus digencarkan secara masif. Hingga Maret 2026, OJK Jawa Barat telah melaksanakan 640 kegiatan edukasi yang melibatkan 1,27 juta peserta melalui edukasi langsung, kanal digital, maupun kolaborasi dengan pelaku jasa keuangan.
“Kami berkomitmen agar masyarakat Jawa Barat semakin cerdas dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” kata Darwisman, Sabtu (11/4/2026).
Di bidang perlindungan konsumen, OJK Jawa Barat memperkuat layanan pengaduan serta penanganan dugaan pelanggaran di sektor jasa keuangan. Sepanjang Januari 2026, Kantor OJK di Jawa Barat menerima 67 laporan pengaduan masyarakat. Frekuensi permasalahan tertinggi di antaranya terkait restrukturisasi atau relaksasi kredit/pembiayaan, permasalahan agunan atau jaminan, keberatan lelang, hingga fraud eksternal.
Selain itu, OJK bersama Satgas PASTI Daerah juga aktif melakukan langkah preventif dan represif terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Perlindungan konsumen adalah prioritas utama, sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam bertransaksi di Industri Jasa Keuangan,” ujar Darwisman.
Di sisi pengembangan ekonomi daerah, OJK Jawa Barat bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah. Sejumlah program unggulan disebut menjadi bagian dari sinergi OJK, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan, antara lain Asuransi Mikro untuk Petani, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), serta GEULIS Jabar untuk inklusi saham.
Dalam roadmap pengembangan ekonomi daerah, OJK Jawa Barat dan TPAKD menekankan penguatan sektor riil melalui Akselerasi Agribisnis. Fokus diarahkan pada komoditas unggulan seperti domba, sapi perah, ayam petelur, ikan air tawar, pisang cavendish, nanas, kopi, dan kakao.
Menurut Darwisman, strategi tersebut ditujukan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di pedesaan, meningkatkan akses pembiayaan produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong hilirisasi agar nilai tambah ekonomi dapat tertahan di daerah.
“Pengembangan ekonomi daerah berbasis agribisnis adalah mesin katalisator pertumbuhan Jawa Barat. Dengan sinergi lintas sektor, kami ingin memastikan potensi lokal benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan,” kata Darwisman.
Ia menambahkan, OJK Jawa Barat akan terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan literasi, melindungi konsumen, dan memperkuat ekonomi daerah agar Jawa Barat semakin resilien menghadapi tantangan global.