Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investor asing membukukan penjualan bersih (net sale) di pasar saham Indonesia sebesar Rp23,34 triliun sepanjang Maret 2026 secara bulanan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, aksi jual tersebut dinilai masih resilien dengan likuiditas pasar modal domestik yang tetap terjaga.
“Investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai Rp23,34 triliun month-to-month, dengan tercatat lonjakan jual oleh investor asing yang disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia,” ujar Hasan dalam paparan daring Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026, Senin (6/4/2026).
Per 31 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 18,49% secara tahunan (yoy) ke level 7.048,22, atau turun 14,42% secara bulanan. Dibandingkan bulan sebelumnya, IHSG disebut terkoreksi 4,76% ke level 8.235,49 pada 27 Februari 2026.
Dari sisi kinerja indeks, LQ45 turun 15,45% secara tahunan ke 7156,81 pada 31 Maret 2026, dan turun 1,44% secara bulanan ke level 834,36 pada 27 Februari 2026. Sementara itu, IDX80 turun 17,24% secara tahunan ke level 109,70 pada 31 Maret 2026, dan turun 2,79% secara bulanan ke level 128,87 pada 27 Februari 2026.
Hasan menyampaikan OJK akan terus mencermati arah pergerakan IHSG dan indeks lainnya, termasuk LQ45. Ia menilai pergerakan LQ45 yang saat ini disebut telah linear atau sejalan menjadi indikasi respons positif pasar terhadap program reformasi di bidang pasar modal.
Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak turun ke level 6.975,80 berdasarkan aplikasi IDX Mobile pada pukul 09.55 WIB. Nilai kapitalisasi pasar tercatat Rp12.140 triliun, dengan volume transaksi 10,66 miliar saham.