Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Agama meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama pada Kamis, 2 April 2026. Peluncuran dilakukan dalam rangka penutupan GERAK Syariah 2026 di Kantor OJK Jakarta.
Acara tersebut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Kepala Eksekutif OJK Dicky Kartikoyono. Kegiatan ini disebut sebagai bentuk kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi keuangan di masyarakat.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan buku tersebut disusun sebagai panduan praktis bagi masyarakat dalam mengelola keuangan. Ia mengatakan, buku ini ditujukan untuk membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan dengan pendekatan nilai-nilai agama.
Menurut OJK, buku itu dirancang agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan berbasis nilai agama ini diharapkan dapat memperluas peningkatan literasi keuangan, termasuk literasi keuangan syariah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai perilaku ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut perilaku ekonomi syariah saat ini baru sekitar 7,6 persen.
Nasaruddin menambahkan, tren peningkatan sudah mulai terlihat dibandingkan tahun sebelumnya di berbagai sektor. Ia menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
OJK menyatakan buku ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang secara inklusif. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih cakap dalam mengelola keuangan.