BERITA TERKINI
OJK dan BKKBN Kepri Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan Keluarga untuk Dukung Pencegahan Stunting

OJK dan BKKBN Kepri Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan Keluarga untuk Dukung Pencegahan Stunting

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menjalin sinergi strategis dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau untuk mengintegrasikan penguatan literasi keuangan dengan program ketahanan keluarga. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kepulauan Riau.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, dalam pertemuan dengan Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Riau, Rohina, di kantor BKKBN Kepulauan Riau, Batam, Rabu (8/4).

Dalam pertemuan itu, Sinar mengapresiasi peran BKKBN dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai program pembinaan. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang sehat berpengaruh pada kemampuan masyarakat mengelola keuangan dan memenuhi kewajiban finansialnya.

Sinar juga mengaitkan pentingnya ketahanan ekonomi keluarga dengan kualitas kredit perbankan di daerah. Ia menyebut rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bank Umum di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 2,34 persen (yoy) pada Desember 2025, membaik dibandingkan Desember 2024 sebesar 2,84 persen (yoy).

“Perbaikan rasio kredit bermasalah ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam menjaga kewajiban finansialnya semakin baik. Dalam konteks tersebut, berbagai upaya pembinaan keluarga, termasuk yang dilakukan BKKBN, dapat turut mendukung penguatan ketahanan ekonomi keluarga yang pada akhirnya berkontribusi terhadap stabilitas sektor jasa keuangan di daerah,” ujar Sinar.

Sebagai dukungan edukasi di lapangan, OJK menyerahkan secara simbolis buku literasi keuangan seri “Perencanaan Keuangan Keluarga” kepada BKKBN Kepulauan Riau. Materi tersebut dipersiapkan sebagai instrumen pendukung bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat.

OJK menilai kecakapan literasi keuangan dapat membantu keluarga lebih bijak mengalokasikan pengeluaran, termasuk memprioritaskan pemenuhan gizi berkualitas bagi anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Selain penguatan literasi, kerja sama ini juga menyasar pemberdayaan ekonomi melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Sinar menegaskan OJK dan BKKBN berkomitmen mendorong kelompok UPPKA agar dapat mengakses Lembaga Jasa Keuangan (LJK) formal. Upaya tersebut diharapkan membuka akses permodalan finansial sekaligus memperkuat permodalan intelektual melalui pelatihan teknis manajemen usaha dengan melibatkan pelaku industri jasa keuangan.

Rohina menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan BKKBN Kepulauan Riau untuk menyelaraskan program-programnya dengan OJK. Ia menekankan tujuan bersama untuk mewujudkan keluarga yang mandiri secara finansial dan sejahtera.

Menutup pernyataannya, Sinar menyampaikan keyakinan bahwa kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau perlu dibangun dari keluarga sebagai fondasi utama. “Kami meyakini kemajuan ekonomi Kepulauan Riau berawal dari keluarga. Melalui kolaborasi dengan BKKBN, OJK mendorong penguatan ketahanan keuangan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat dan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Sinergi ini penting untuk membangun Kepulauan Riau yang semakin tangguh,” ujarnya.