BERITA TERKINI
OJK dan APRDI Gelar SOSEDU APRDI 2026 untuk Dorong Literasi Reksa Dana di Jawa Timur

OJK dan APRDI Gelar SOSEDU APRDI 2026 untuk Dorong Literasi Reksa Dana di Jawa Timur

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) memperkuat kerja sama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal, melalui program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026).

Rangkaian kegiatan “Road to Pekan Reksa Dana 2026” digelar di Surabaya pada Senin (7/4/2026) dengan tema “Mendorong Literasi Reksa Dana di Jawa Timur melalui kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana”. Program ini ditujukan untuk kembali menguatkan upaya peningkatan literasi dan inklusi investasi di Jawa Timur.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana, mengatakan kampanye #ReksaDanaAja merupakan langkah konkret industri untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi yang terencana. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya nyata pelaku industri dalam mendorong literasi dan inklusi reksa dana yang lebih luas di Indonesia.

Kegiatan di Surabaya menjadi pembuka rangkaian SOSEDU APRDI 2026 yang akan dilaksanakan di lima kota besar. Setelah Surabaya, roadshow dijadwalkan berlanjut ke Semarang, Medan, Makassar, dan Bandung.

Selain edukasi kepada masyarakat, APRDI juga melibatkan jurnalis dan mahasiswa melalui kelas literasi serta kompetisi kreatif. Menurut Lolita, program ini akan menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota, disertai lomba penulisan artikel untuk jurnalis serta kompetisi pembuatan konten Instagram Reels bagi mahasiswa.

Lolita turut memaparkan tren positif pemahaman masyarakat terhadap reksa dana. Hingga akhir 2025, dana kelolaan (AUM) reksa dana di Indonesia tercatat tumbuh 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun, dengan jumlah investor mencapai 19,2 juta SID. Dari jumlah tersebut, investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi sebesar 54,24 persen.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyampaikan bahwa pertumbuhan reksa dana di Jawa Timur juga menunjukkan peningkatan. Total transaksi reksa dana sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp4,96 triliun atau tumbuh 54,60 persen secara tahunan. Sementara itu, jumlah investor reksa dana ritel tercatat sekitar 141.861 SID atau naik 13,52 persen (year-on-year).

Yunita menilai peningkatan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik produk reksa dana.

Dalam strategi jangka panjang, OJK bersama pelaku industri memperkenalkan program PINTAR Reksa Dana atau Investasi Terencana dan Berkala, yang diharapkan dapat menjembatani potensi pasar dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan seremoni nasional Pekan Reksa Dana 2026 yang digelar APRDI bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 April 2026 di Main Hall BEI, Jakarta. Agenda tersebut sekaligus menjadi peluncuran resmi kampanye #ReksaDanaAja dan program PINTAR Reksa Dana.

Untuk pelaksanaan di Surabaya, kegiatan berlangsung di Kantor OJK Jawa Timur serta sejumlah perguruan tinggi, antara lain ITS, Universitas Airlangga, dan Universitas Kristen Petra, yang telah bekerja sama dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia.