Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri modal ventura masih tumbuh hingga Februari 2026, meski laju pertumbuhannya melambat dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan nilai pembiayaan modal ventura mencapai Rp 16,46 triliun per Februari 2026. Nilai tersebut tumbuh 0,73% secara tahunan (year on year/YoY).
Data OJK menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan Januari 2026. Pada Januari, pembiayaan modal ventura tercatat Rp 15,95 triliun dengan pertumbuhan 0,83% YoY. Sementara pada Desember 2025, nilai pembiayaan berada di Rp 15,97 triliun atau tumbuh 0,81% YoY. Tren ini mengindikasikan nilai pembiayaan meningkat, namun pertumbuhannya cenderung terbatas dalam beberapa bulan terakhir.
Dari sisi aset, OJK mencatat total aset industri modal ventura sebesar Rp 27,63 triliun per Februari 2026. Angka tersebut naik 2,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 27,07 triliun.
Agusman menekankan perlunya langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun ini. Ia menyoroti pentingnya ekspansi usaha yang tetap diimbangi dengan kualitas penyaluran pembiayaan, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks.
Dengan berbagai upaya tersebut, OJK memproyeksikan aset dan pembiayaan modal ventura masih berpotensi tumbuh sepanjang 2026. Namun, pelaku industri diminta tetap mewaspadai tantangan, termasuk dinamika perekonomian global dan domestik, yang mendorong perlunya analisis risiko lebih ketat serta selektivitas dalam investasi.