BERITA TERKINI
OJK Catat Laba Fintech P2P Lending Naik ke Rp 383,87 Miliar per Februari 2026, TWP90 Ikut Meningkat

OJK Catat Laba Fintech P2P Lending Naik ke Rp 383,87 Miliar per Februari 2026, TWP90 Ikut Meningkat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) meningkat signifikan hingga Februari 2026. Laba industri tercatat mencapai Rp 383,87 miliar per Februari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan laba pindar tersebut naik 64,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan, kinerja laba juga tumbuh tajam. OJK mencatat laba per Februari 2026 meningkat 142,44% dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar Rp 158,33 miliar.

Agusman menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja laba industri pada tahun ini. Menurut dia, kinerja laba antara lain dipengaruhi oleh kualitas pembiayaan dan kemampuan bayar peminjam (borrower).

Sejalan dengan itu, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai peningkatan laba fintech lending terutama didorong oleh naiknya penyaluran pembiayaan. Kenaikan penyaluran tersebut, menurutnya, berimplikasi pada meningkatnya pendapatan operasional platform.

Data OJK menunjukkan outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 100,69 triliun per Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 25,75% secara tahunan (year on year/YoY).

Namun, di tengah kenaikan laba dan penyaluran pembiayaan, OJK juga mencatat peningkatan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90. Per Februari 2026, TWP90 berada di level 4,54%, naik dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 4,38% dan Februari 2025 yang tercatat 2,78%.