Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan signifikan dalam pelaksanaan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Program yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini dinilai mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah secara lebih luas di masyarakat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan capaian tahun ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya, baik dari sisi jumlah kegiatan maupun jangkauan masyarakat.
“Alhamdulillah pada tahun ketiga penyelenggaraannya ini GERAK Syariah 2026 mencapai sebuah, katakan, level yang lebih tinggi, sebuah kesuksesan karena kerja kita bersama tentunya,” ujar Dicky dalam acara Penutupan GERAK Syariah 2026 di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Sepanjang Ramadan 2026, GERAK Syariah tercatat menyelenggarakan 2.632 aktivitas. Rinciannya meliputi 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.
OJK menyebut program ini melibatkan 39 jaringan kantor OJK di seluruh Indonesia. Menurut Dicky, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan turut menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program tersebut.
“Pelaksanaan GERAK Syariah ini 2024 disemarakkan oleh keterlibatan rekan-rekan kita semua di 39 jaringan kantor OJK di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Dicky.
Dari sisi jangkauan, OJK menyatakan program edukasi keuangan syariah dalam GERAK Syariah 2026 berhasil menjangkau sekitar delapan juta masyarakat dalam satu periode pelaksanaan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dicky menilai capaian ini menjadi momentum untuk terus memperluas literasi keuangan syariah secara berkelanjutan. “Jangkauan edukasinya alhamdulillah ini mencapai kurang lebih 8.350 orang dalam satu periode GERAK Syariah 2026. Delapan juta (peserta) Bapak-Ibu sekalian,” pungkasnya.