BERITA TERKINI
Nurdin Tampubolon: Ekonomi Indonesia Dinilai Tangguh di Tengah Ketegangan Global, Perlu Perkuat Sumber Daya Lokal

Nurdin Tampubolon: Ekonomi Indonesia Dinilai Tangguh di Tengah Ketegangan Global, Perlu Perkuat Sumber Daya Lokal

Pendiri sekaligus Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon, menilai perekonomian Indonesia masih cukup tangguh meski terdampak konflik geopolitik global, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pernyataan itu disampaikannya dalam program NTV Prime bertajuk “Perang Mereda, Kemana Arah Ekonomi Kita?” di Nusantara TV, Kamis (9/4/2026).

Nurdin mengakui ketegangan di Timur Tengah telah menekan ekonomi global, termasuk Indonesia. Ia merujuk data Bank Dunia yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di angka 4,7 persen, sedikit turun dari proyeksi sebelumnya 4,8 persen. Menurutnya, lonjakan harga energi dan ketidakpastian kebijakan global menjadi faktor penghambat utama.

Meski begitu, ia menyebut posisi Indonesia masih relatif lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diproyeksikan sebesar 4,2 persen.

“Secara umum kondisi perekonomian kita masih bagus. Belum terlihat dampak yang mengkhawatirkan yang bisa mengganggu kehidupan ekonomi secara signifikan,” ujar Nurdin.

Namun ia mengingatkan agar Indonesia tidak lengah, meskipun saat ini terdapat gencatan senjata yang dinilai memberi sentimen positif bagi pasar global. Menurutnya, situasi tersebut bisa saja bersifat sementara.

Dari sudut pandang pelaku usaha, Nurdin menilai dampak terhadap rantai pasok dan rencana investasi sejauh ini masih terkendali. Ia menyebut Indonesia cukup kuat menghadapi tekanan eksternal, namun tetap perlu mengantisipasi potensi gejolak lanjutan.

Nurdin juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal sebagai kunci ketahanan nasional. Ia menilai kemandirian di sektor pangan dan energi akan membuat Indonesia lebih tahan terhadap tekanan global.

Ia mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya mengarah pada pembangunan industri pertanian, penguatan ekosistem pangan dan energi, serta hilirisasi sumber daya.

“Itulah sebenarnya jawabannya. Tinggal bagaimana pelaku usaha dan masyarakat bisa bersama-sama meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” jelasnya.

Selain itu, Nurdin menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas dan konsisten untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif. Ia mencontohkan China yang dinilainya mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penegakan hukum yang kuat, termasuk dalam pemberantasan korupsi.

Menurutnya, tanpa perbaikan di sektor hukum dan regulasi, potensi besar sumber daya Indonesia tidak akan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Nurdin menambahkan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi dalam negeri juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Kalau semua ini berjalan dengan baik, sumber daya lokal dimaksimalkan, hukum ditegakkan, iklim usaha kondusif, maka Indonesia bisa menjadi negara yang jauh lebih maju dibandingkan saat ini,” pungkasnya.