BERITA TERKINI
Nurdin Halid Apresiasi Kepastian Harga BBM Subsidi Tak Naik, Dinilai Bantu Dunia Usaha

Nurdin Halid Apresiasi Kepastian Harga BBM Subsidi Tak Naik, Dinilai Bantu Dunia Usaha

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mengapresiasi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan harga BBM subsidi tetap terjaga. Menurut Nurdin, kepastian tersebut dinilai memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi, sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga,” kata Nurdin Halid dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Ia menilai kebijakan menjaga harga BBM subsidi tidak hanya berdampak pada sektor industri besar, tetapi juga memberikan perlindungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang rentan terhadap fluktuasi biaya input. Dengan harga BBM yang terkendali, tekanan biaya dapat diminimalkan sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk mempertahankan margin dan menjaga keberlangsungan operasional.

Nurdin juga menyebut stabilitas harga energi berkontribusi dalam menahan tekanan inflasi serta menjaga konsumsi domestik tetap kuat.

Meski demikian, ia menegaskan efektivitas kebijakan subsidi sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan kedisiplinan dalam penggunaannya. Tanpa pengawasan yang optimal, ia mengingatkan beban fiskal negara berpotensi meningkat dan dapat mengurangi ruang kebijakan pemerintah ke depan.

“Subsidi harus digunakan secara bijak dan tepat sasaran. Ini adalah instrumen perlindungan sosial, bukan untuk disalahgunakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nurdin mendorong pemerintah memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi kebocoran, sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak. Ia menekankan konsistensi kebijakan dan tata kelola yang baik sebagai kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Nurdin, kepastian harga BBM subsidi ini juga perlu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan industri nasional. “Dengan stabilitas yang terjaga, industri memiliki peluang untuk tumbuh lebih resilien dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global,” pungkasnya.