BERITA TERKINI
Mulai 2026, Rekening Usaha di Vietnam Wajib Atas Nama Badan Usaha dan Dipisah dari Rekening Pribadi

Mulai 2026, Rekening Usaha di Vietnam Wajib Atas Nama Badan Usaha dan Dipisah dari Rekening Pribadi

Regulasi baru di Vietnam akan mewajibkan pemisahan rekening bank untuk kegiatan usaha, seiring upaya mendorong transparansi arus kas dan meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 25/2025/TT-NHNN dari Bank Negara Vietnam, mulai 1 Maret 2026 rekening bank yang digunakan untuk kegiatan usaha harus didaftarkan atas nama badan usaha dan sesuai dengan sertifikat pendaftaran usaha.

Selain itu, Keputusan 3389/QD-BTC dari Kementerian Keuangan menetapkan bahwa mulai 1 Januari 2026, rumah tangga usaha dengan pendapatan tahunan 200 juta VND atau lebih yang wajib melaporkan pajak harus membuka dan menggunakan rekening bank terpisah untuk kegiatan usaha.

Menjelang penerapan aturan tersebut, sejumlah bank di wilayah terkait mulai menjalankan berbagai langkah dukungan bagi rumah tangga bisnis. Upaya ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan ketentuan baru sekaligus memperkuat transparansi arus kas dan mendukung otoritas pajak dalam pengelolaan usaha perorangan.

Mulai 1 Maret, cabang BIDV Ha Tinh meluncurkan kampanye untuk mendukung konversi rekening bank yang melayani kegiatan produksi dan bisnis. Bank membentuk tim konsultan yang turun langsung ke pasar, jalanan, dan area bisnis untuk membimbing pelanggan menyelesaikan berkas, memperbarui informasi, serta menyinkronkan data dengan sertifikat pendaftaran usaha.

BIDV juga mengintegrasikan solusi manajemen penjualan MyShop Pro ke dalam aplikasi BIDV SmartBanking. Dalam lebih dari sebulan pelaksanaan, hingga awal April, cabang tersebut menyelesaikan konversi rekening untuk lebih dari 10.000 rumah tangga bisnis, atau sekitar 70% dari total pelanggan rumah tangga bisnis bank.

Kepala Departemen Pelanggan Perorangan I BIDV Ha Tinh, Le Thi Tuyet, mengatakan standardisasi rekening rumah tangga bisnis dilakukan serentak dan fleksibel, menyesuaikan kondisi di lapangan. Ia menyebut BIDV masih memberikan insentif, antara lain MyShop Pro gratis seumur hidup bagi pelanggan yang mendaftar hingga 30 Juni 2026 serta potongan biaya penggunaan speaker pembayaran.

Sejumlah bank lain juga melakukan langkah serupa sejak awal 2026, termasuk cabang Agribank, VietinBank, Vietcombank, dan VPBank, dengan memperkuat kerja sama bersama otoritas pajak untuk mempercepat proses konversi rekening usaha bagi pedagang kecil.

Kepala Departemen Pelanggan Ritel Vietcombank Ha Tinh, Nguyen Thi Hanh, mengatakan pihaknya menyusun rencana dan target untuk tiap departemen serta titik transaksi. Vietcombank juga berkoordinasi dengan otoritas pajak dan pemerintah daerah untuk menggelar konferensi sosialisasi kebijakan, serta mengirim staf mengikuti pelatihan terkait aturan pendaftaran dan deklarasi pajak bagi rumah tangga bisnis.

Vietcombank Ha Tinh turut membentuk tim dan menugaskan staf mendatangi rumah tangga bisnis untuk memberi saran serta dukungan standardisasi rekening pembayaran sesuai ketentuan Bank Negara Vietnam. Sejak Januari 2026 hingga saat ini, cabang tersebut mendukung pembukaan rekening baru dan koneksi ke Vietcombank Digibiz—platform transaksi online yang mengintegrasikan berbagai aplikasi untuk rumah tangga bisnis—bagi sekitar 6.500 rumah tangga bisnis.

Setelah lebih dari tiga bulan implementasi, puluhan ribu rumah tangga bisnis di seluruh provinsi dilaporkan telah menyelesaikan konversi rekening melalui layanan perbankan. Standardisasi ini dinilai tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga berdampak pada operasional usaha karena pemisahan arus kas pribadi dan bisnis memudahkan pelacakan pemasukan dan pengeluaran, meningkatkan kepatuhan pajak, serta menjadi dasar pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Salah satu pelaku usaha, Nguyen Thi Tam, pemilik toko kelontong di Jalan Nguyen Bieu (Kelurahan Thanh Sen), mengatakan lebih dari 90% pelanggannya kini membayar lewat transfer bank. Menurutnya, penggunaan rekening terpisah membuat pengelolaan arus kas lebih jelas dan memudahkan pengecekan pendapatan harian melalui ponsel, sekaligus memberi ketenangan dalam proses deklarasi pajak.

Provinsi tersebut saat ini memiliki lebih dari 54.000 rumah tangga bisnis. Dalam konteks digitalisasi data pajak dan sinkronisasi faktur elektronik, bank dipandang berperan sebagai penghubung antara rumah tangga bisnis dan otoritas pajak untuk meningkatkan efisiensi operasional, manajemen arus kas, dan transparansi kegiatan usaha.

Penggunaan rekening bank dalam operasional bisnis juga membuka akses yang lebih mudah ke layanan keuangan modern, seperti pembayaran nontunai, manajemen penjualan, dan faktur elektronik. Hal ini menjadi dasar bagi bank untuk menilai arus kas, yang pada gilirannya dapat memperluas akses kredit serta mendukung rumah tangga usaha mengembangkan skala bisnis.