BERITA TERKINI
Muhaimin: Diplomasi Ekonomi Presiden Prabowo Dinilai Menahan Gelombang PHK

Muhaimin: Diplomasi Ekonomi Presiden Prabowo Dinilai Menahan Gelombang PHK

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Perekonomian (Menko PM) Muhaimin Iskandar menilai diplomasi ekonomi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto membantu menahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah tekanan ekonomi global. Menurut Muhaimin, langkah diplomasi luar negeri tersebut turut menjaga stabilitas industri nasional agar tetap bergerak.

“Semua yang dilakukan Kabinet Merah Putih, termasuk Presiden yang aktif berdiplomasi ekonomi ke berbagai negara, membantu menghambat terjadinya PHK. Langkah itu menjaga industri tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi global,” kata Muhaimin dalam konferensi pers usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).

Muhaimin menegaskan pemerintah mendorong agar sektor industri terus tumbuh. Ia juga menyebut kekhawatiran terjadinya PHK massal tidak terjadi.

“Industri harus tumbuh. Karena itu semua langkah Presiden adalah untuk menumbuhkan ekonomi. Alhamdulillah tidak terjadi PHK massal seperti yang dikhawatirkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, situasi perekonomian masih dipengaruhi tekanan global dan tantangan domestik. Pemerintah, kata dia, berupaya menjaga agar kelas menengah tidak semakin tergerus.

“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan bahkan meningkat di tengah berbagai krisis nasional maupun ekonomi global yang kita hadapi. Kita terus bekerja sekuat tenaga agar kelas menengah tidak turun dan tetap kuat menghadapi tekanan ekonomi global,” kata Muhaimin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyoroti peran jaringan alumni Universitas Terbuka yang tersebar di berbagai daerah sebagai modal untuk menjalankan program sosial yang berdampak langsung. Salah satu fokus yang didorong adalah kontribusi menghadapi isu perubahan iklim melalui aksi nyata menjaga lingkungan.

“Semua harus punya kesadaran berpartisipasi menghadapi climate change. Kita ingin alumni ikut berbuat dan berkontribusi memperbaiki kerusakan lingkungan,” ucap Moeldoko.