Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa ekspor ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan tren positif. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Riefky mengatakan pasar utama ekspor ekonomi kreatif Indonesia antara lain Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Thailand. Menurutnya, capaian tersebut menegaskan bahwa produk kreatif Indonesia semakin diterima dan memiliki daya saing di pasar global.
Dari sisi subsektor, ekspor ekonomi kreatif masih didominasi oleh fashion dan kriya, disusul kuliner, musik, serta game. Riefky menilai komposisi itu mencerminkan kekuatan Indonesia pada produk kreatif berbasis budaya dan desain yang memiliki nilai tambah, serta permintaan pasar internasional yang stabil.
Meski demikian, Riefky mengakui pencatatan ekspor ekonomi kreatif saat ini masih terbatas pada ekspor barang fisik yang melalui pelabuhan udara dan laut. Karena itu, ia melihat masih ada ruang besar untuk mendorong ekspor maupun pencatatan ekspor pada jasa ekonomi kreatif agar turut dihitung.
Riefky menilai penting untuk memasukkan subsektor jasa, khususnya sektor digital, konten, dan layanan kreatif lainnya, dalam perhitungan ekspor nasional ke depan. Atas dasar itu, pemerintah menyiapkan arah kebijakan ekonomi kreatif tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan ekspor dan peningkatan daya saing global.

