Menteri Koperasi mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui sinergi yang lebih erat antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Program GERAK Syariah 2026. Salah satu upaya yang disorot adalah pemanfaatan Kopdes Merah Putih yang telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
Ia menyampaikan harapan agar Kopdes Merah Putih dapat berperan dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Dengan pendekatan yang terintegrasi, ia optimistis inisiatif tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan baru bagi ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan bahwa indeks literasi keuangan nasional pada 2025 tercatat sebesar 66,46 persen, sedangkan literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42 persen. Dari sisi inklusi, tingkat inklusi keuangan nasional berada di angka 80,51 persen, sementara inklusi keuangan syariah tercatat 13,41 persen.
Friderica juga menyebutkan bahwa dari aspek keuangan syariah, Indonesia berada di peringkat 6 dalam jajaran 10 besar. Di tingkat nasional, kinerja sektor jasa keuangan syariah disebut menunjukkan pertumbuhan yang stabil, termasuk di tengah isu dinamika geopolitik.
Namun, rendahnya inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan. Menurut Friderica, literasi yang baik dinilai menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah.
Senada, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan modal utama untuk memperluas inklusi. Ia menyebut Program GERAK Syariah 2026 tercatat mampu mendorong peningkatan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.
Dicky merinci, GERAK Syariah 2026 membukukan 2.632 kegiatan yang terdiri atas 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial. Program tersebut juga mencatat total penghimpunan dana sebesar Rp6,83 triliun dengan penyaluran Rp6,86 triliun, serta manfaat sosial senilai Rp86,2 miliar.
Ia menekankan sinergi dan kolaborasi sebagai kunci untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Melalui GERAK Syariah 2026, ia menilai capaian kolaboratif saat ini telah membawa upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah ke level yang lebih tinggi.