Mahasiswa dinilai menjadi kelompok yang rentan melakukan kesalahan dalam pengelolaan keuangan, termasuk saat menggunakan layanan pinjaman daring (pindar). Minimnya pemahaman mengenai risiko, bunga, biaya, serta konsekuensi keterlambatan pembayaran disebut dapat berdampak pada kondisi finansial jangka panjang.
Isu tersebut menjadi perhatian Kredit Pintar, platform pinjaman daring yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan ini berpartisipasi dalam program edukasi “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai bagian dari komitmen industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer-to-peer lending dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya pendanaan digital.
Melalui program tersebut, AFPI bersama para anggotanya, termasuk Kredit Pintar, berupaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan layanan pendanaan digital secara bertanggung jawab, serta pentingnya memilih platform yang berizin dan diawasi OJK.
Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menyatakan program edukasi ini dinilai penting bagi kalangan mahasiswa. “Kami melihat pentingnya program edukasi ini bagi kalangan mahasiswa sehingga ke depannya program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, dapat meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak dan pemanfaatan layanan pindar secara bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.
Dalam sesi edukasi, Head of Risk Kredit Pintar Revana Aryani menekankan bahwa pemahaman keuangan merupakan fondasi penting untuk mencapai kemandirian finansial. Menurut dia, memahami cara mengelola uang merupakan langkah awal menuju kehidupan yang lebih tenang.
“Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa tidak mudah terjebak penawaran yang menyesatkan, dapat meminjam sesuai kemampuan, serta menjaga kesehatan finansialnya,” kata Revana dalam paparannya bertajuk “Melek Finansial dengan #TemanAturUang: Panduan Bijak Mengenali Jenis Pinjaman dan Mengelola Keuangan bersama Kredit Pintar”.
Revana juga mengingatkan lima hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil pinjaman, yakni meminjam sesuai kebutuhan, memastikan cicilan sesuai kemampuan, memahami bunga dan biaya, memilih platform berizin OJK, serta membayar tepat waktu. Ia menambahkan, melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar berkomitmen menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan relevan bagi generasi muda agar menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.
Sebagai anggota AFPI, Kredit Pintar menyatakan mendukung inisiatif literasi keuangan yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah. Kolaborasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya membangun industri pendanaan digital yang sehat, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.
Program “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 di Ruangan Yudisium FEB Universitas Riau (UNRI), Kampus Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Alvi Furwanti Alwie, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, serta Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia.