BERITA TERKINI
LPS Kembali Ikut Jogja Financial Festival 2026 untuk Dorong Literasi Keuangan

LPS Kembali Ikut Jogja Financial Festival 2026 untuk Dorong Literasi Keuangan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali berpartisipasi dalam Jogja Financial Festival 2026 yang akan digelar pada 22-24 Mei. Keterlibatan ini ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar pengelolaan finansial dapat dilakukan secara lebih aman dan terukur.

Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Jogja Expo Center (JEC) pada 22-23 Mei untuk agenda eksibisi dan edukasi. Acara kemudian ditutup dengan Jogja Run D-City di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 24 Mei.

Persiapan penyelenggaraan di JEC ditinjau langsung oleh Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Ketua LPS Anggito Abimanyu, dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada Jumat (3/4).

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki nilai strategis. Direktur Grup Hubungan LPS, Nur Budiantoro, menyebut posisi Yogyakarta sebagai pusat pendidikan dapat mempercepat penyebaran informasi keuangan ke berbagai wilayah Indonesia.

“Kami melihat Jogja ini sebagai satu barometer. Informasi yang dimulai dari Jogja akan lebih cepat menyebar karena Jogja merupakan pusat pendidikan. Mahasiswa dari berbagai macam daerah ada di sini,” kata Nur Budiantoro.

Ia menjelaskan, partisipasi LPS pada Jogja Financial Festival 2026 merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan. Menurutnya, ini menjadi tahun kedua LPS mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan Financial Festival, dan tahun ini kembali berpartisipasi di Yogyakarta bersama Transmedia Group.

Selain meningkatkan pemahaman teknis mengenai keuangan, kehadiran LPS dalam forum ini juga menyoroti aspek perlindungan konsumen dari berbagai risiko di sektor keuangan, termasuk praktik penipuan yang dinilai semakin marak.

Melalui sinergi dalam ajang tersebut, LPS berharap literasi keuangan tidak hanya dipahami kalangan akademisi atau mahasiswa di Yogyakarta, tetapi juga menjangkau masyarakat lebih luas dari beragam latar belakang.

“Harapan kami, masyarakat semakin paham mengenai finansial atau keuangan, sehingga mereka merasa lebih aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penipuan dalam keuangan,” ujar Nur Budiantoro.