BERITA TERKINI
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Universitas Riau Soal Pengelolaan Keuangan dan Pinjaman Daring

Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Universitas Riau Soal Pengelolaan Keuangan dan Pinjaman Daring

Mahasiswa sebagai kelompok generasi muda dinilai rentan melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan, termasuk saat menggunakan layanan pinjaman daring (pindar). Minimnya pemahaman mengenai risiko, bunga, biaya, serta konsekuensi keterlambatan pembayaran disebut dapat memengaruhi kondisi finansial dalam jangka panjang.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menyatakan edukasi diperlukan agar mahasiswa dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, memahami pengelolaan keuangan secara bijak, serta memanfaatkan layanan pindar secara bertanggung jawab.

Atas dasar itu, Kredit Pintar berpartisipasi dalam program edukasi bertajuk “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Program ini merupakan bagian dari komitmen industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer-to-peer lending dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait pendanaan digital di Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, AFPI bersama para anggotanya, termasuk Kredit Pintar, berupaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan layanan pendanaan digital secara bertanggung jawab, serta pentingnya memilih platform yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Program “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, pukul 09.30–12.00 WIB di Ruangan Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI), Kampus Bina Widya, Jl. HR Subrantas, Simpangbaru, Tampan, Kota Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini dihadiri Dekan FEB Universitas Riau Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE., MM, Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, serta Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia.

Dalam sambutan, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, asosiasi, pelaku industri, dan institusi pendidikan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Pada sesi talkshow, Head of Risk Kredit Pintar Revana Aryani menyampaikan materi bertema “Melek Finansial dengan #TemanAturUang: Panduan Bijak Mengenali Jenis Pinjaman dan Mengelola Keuangan bersama Kredit Pintar”. Ia menilai literasi keuangan menjadi fondasi untuk mencapai kemandirian finansial, termasuk agar mahasiswa tidak mudah terjebak penawaran yang menyesatkan, meminjam sesuai kemampuan, dan menjaga kesehatan finansial.

Revana juga mengingatkan lima hal sebelum mengambil pinjaman, yakni meminjam sesuai kebutuhan, memastikan cicilan sesuai kemampuan, memahami bunga dan biaya, memilih platform berizin OJK, serta membayar tepat waktu.

Puji Sukaryadi menambahkan, sebagai anggota AFPI, Kredit Pintar mendukung inisiatif literasi keuangan yang melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah. Menurut dia, literasi dipandang sebagai fondasi utama untuk membangun ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam keterangan yang sama, Kredit Pintar menyebut aplikasinya telah diunduh 36 juta kali, dengan rating Google 4,3 dari 5 dan rating Apple Store (iOS) 4,4 dari 5, serta memiliki dua juta ulasan di Google Playstore Indonesia.

Untuk wilayah Riau, total penyaluran pinjaman Kredit Pintar tercatat sebesar Rp 41,7 miliar dari total penyaluran di Pulau Sumatra yang mencapai Rp 281,6 miliar. Dengan capaian tersebut, Riau menempati peringkat keempat sebagai provinsi dengan penyaluran pinjaman Kredit Pintar tertinggi di Pulau Sumatra.

Sepanjang 2025, Kredit Pintar membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp 9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan disebut mencapai lebih dari Rp 62,3 triliun.