BERITA TERKINI
KrediOne Ikut Program “Pindar Mengajar” di Universitas Riau untuk Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa

KrediOne Ikut Program “Pindar Mengajar” di Universitas Riau untuk Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa

KrediOne berpartisipasi dalam program edukasi literasi keuangan “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Universitas Riau (Unri). Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan melibatkan kolaborasi antara AFPI, Universitas Riau, serta pelaku industri pendanaan daring (pindar).

Sejumlah pihak hadir dalam acara tersebut, antara lain Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau Triyoga Laksito, Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M, Direktur Utama KrediOne Kuseryansyah, serta Senior Manager FAT KrediOne Marsha Muspita.

Dengan tema “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi”, program ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perkembangan industri keuangan digital, khususnya layanan pindar. Materi yang disampaikan mencakup manfaat, potensi risiko, serta perbedaan antara layanan pindar dengan praktik pinjaman online ilegal.

Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, menyatakan bahwa literasi keuangan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memanfaatkan akses keuangan secara optimal di tengah percepatan inovasi finansial. “Literasi keuangan hari ini bukan lagi sekadar pemahaman, tetapi kompetensi strategis. Di tengah percepatan inovasi finansial, kemampuan membaca peluang sekaligus mengelola risiko secara terukur menjadi pembeda antara akses yang memberdayakan dan yang justru menimbulkan kerentanan,” ujar Kuseryansyah dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Ia juga menekankan bahwa luasnya akses layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan kualitas pengambilan keputusan. “Akses keuangan tanpa literasi adalah pedang bermata dua. Karena itu, setiap keputusan finansial harus diambil secara sadar, terukur, dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurut KrediOne, peran industri pindar tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem keuangan yang berkelanjutan. Kuseryansyah menyebut transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen sebagai fondasi utama, serta menilai edukasi berkelanjutan diperlukan agar pertumbuhan industri sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat.

Partisipasi KrediOne dalam kegiatan ini juga disebut sebagai dukungan terhadap program Gerakan Nasional Cerdas Literasi Keuangan (Gencarkan) yang diinisiasi OJK. Melalui sinergi regulator, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri, perluasan literasi keuangan diharapkan semakin kuat, terutama di kalangan generasi muda yang aktif menggunakan layanan keuangan digital.