Mataram — Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda berharap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Abul Chair dapat memperbaiki manajemen pemerintahan serta tata kelola keuangan daerah. Harapan itu disampaikan menyusul pelantikan Abul Chair sebagai Sekda NTB.
Isvie menyampaikan apresiasi kepada gubernur yang telah melantik sekda. Ia berharap pejabat baru tersebut mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di NTB, menjalankan tugas dengan baik, serta membangun kerja sama dengan DPRD.
Menurut Isvie, latar belakang Abul Chair yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur dinilai menjadi modal untuk memperkuat pembenahan tata kelola pemerintahan dan keuangan di provinsi tersebut.
Isvie menilai, salah satu tantangan yang dihadapi daerah saat ini adalah tekanan fiskal, termasuk menurunnya transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Karena itu, ia menekankan perlunya pemerintah daerah mengoptimalkan sumber pendapatan, salah satunya melalui pengelolaan aset.
Ia menyebut sejumlah aset yang dinilai belum optimal, antara lain aset di Gili Trawangan dan Pasar Seni Senggigi di Lombok Barat, serta aset lain yang berada di kabupaten dan kota di NTB.
Terkait polemik asal daerah Sekda yang berasal dari luar NTB, Isvie menegaskan hal tersebut tidak menjadi persoalan. Ia menilai aparatur sipil negara (ASN) harus siap ditempatkan di mana pun dan asal daerah tidak perlu diperdebatkan. Isvie juga mengajak semua pihak menerima penunjukan tersebut serta menghormati proses yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Abul Chair, usai dilantik pada Kamis (9/4), menyampaikan tantangan ke depan adalah menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal, memastikan layanan dasar, serta mengelola risiko tata kelola. Ia menegaskan tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perbaikan tata kelola birokrasi.
Untuk itu, Abul Chair menyatakan akan melakukan konsolidasi internal guna memperkuat soliditas organisasi dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk DPRD.