Ketidakpastian di pasar global kembali menekan pergerakan instrumen keuangan, termasuk pasar obligasi. Sejumlah indikator eksternal menunjukkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar, di tengah tekanan pada bursa saham global, lonjakan harga minyak, serta pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Di pasar global, yield US Treasury dilaporkan menembus level 5%. Pada saat yang sama, harga minyak tercatat menyentuh US$108 per barel, seiring tekanan yang juga terjadi pada bursa saham global.
Di dalam negeri, tekanan pada pasar obligasi turut diiringi aksi jual investor asing. Berdasarkan data yang tersedia, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 21,8 triliun.
Selain itu, pada awal pekan tercatat pula aktivitas jual bersih asing senilai Rp 337 miliar, dengan perhatian pasar mengarah pada saham-saham yang paling banyak dilepas.
Perkembangan pasar juga berlangsung di tengah dinamika kebijakan, termasuk pergantian Menteri Keuangan. Dalam situasi tersebut, pelaku pasar mencermati pergerakan transaksi asing, termasuk saham-saham yang mencatat net buy terbesar.