BERITA TERKINI
Kerja Sama Transaksi Mata Uang Lokal Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia

Kerja Sama Transaksi Mata Uang Lokal Dinilai Perkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia

Penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal dinilai dapat membantu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Dalam sebuah dialog bisnis multilateral di Jakarta yang berfokus pada transaksi mata uang lokal, disebutkan bahwa penggunaan mata uang lokal berpotensi menurunkan biaya transaksi, meningkatkan prediktabilitas, serta mengurangi paparan terhadap volatilitas nilai tukar.

Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa upaya ini tidak hanya menyangkut efisiensi transaksi, tetapi juga ketahanan ekonomi. Menurut pernyataan yang disampaikan, penguatan mekanisme transaksi mata uang lokal merupakan bagian dari upaya memastikan arsitektur ekonomi berkembang seiring perubahan global, sekaligus memberi ruang gerak yang lebih besar bagi perekonomian di tengah ketidakpastian.

Indonesia dan China juga telah memperbarui perjanjian pertukaran mata uang (swap) bilateral pada Januari 2025 dengan meningkatkan jalur pertukaran menjadi 400 miliar yuan, dengan kurs acuan yang disebutkan sebesar 1 yuan setara Rp2.503.

Wakil Presiden Bank of China, Yang Jun, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN memiliki peran penting dalam mendorong kerja sama regional, termasuk penguatan mekanisme penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal.

Ia menjelaskan, Mekanisme Penyelesaian Transaksi dengan Mata Uang Lokal (Local Currency Settlement/LCS) China-Indonesia diluncurkan pada 2021, kemudian pada 2025 ditingkatkan menjadi Mekanisme Transaksi dengan Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT). Peningkatan tersebut memperluas cakupan dari semula terbatas pada perdagangan dan investasi menjadi mencakup seluruh bidang neraca pembayaran.

Yang menambahkan, sebagai pembuat pasar lintas mata uang yang diotorisasi di bawah mekanisme LCT Indonesia–China serta Indonesia–Thailand–Malaysia, Bank of China telah memfasilitasi penyelesaian transaksi mata uang lokal bilateral bagi sekitar 200 perusahaan dari China dan Indonesia.

Ke depan, Bank of China menyatakan akan bekerja sama dengan bank sentral, otoritas regulasi, dan lembaga keuangan sejenis untuk terus meningkatkan mekanisme LCT regional. Rencana tersebut mencakup inovasi produk renminbi, dukungan pembiayaan renminbi bagi entitas pasar di luar negeri, bantuan bagi perusahaan dalam penggalangan dana renminbi melalui penerbitan obligasi panda, serta penyediaan solusi yang mencakup lindung nilai nilai tukar dan alokasi aset. Langkah-langkah itu ditujukan untuk meningkatkan fasilitasi investasi, pembiayaan, dan penyelesaian transaksi lintas batas.